Cal Crutchlow Juarai GP Argentina yang Penuh Drama

Budi Ernanto
09/4/2018 11:20
Cal Crutchlow Juarai GP Argentina yang Penuh Drama
(Pembalap LCR Honda Castrol Cal Crutchlow -- AFP PHOTO / JUAN MABROMATA)

PEMBALAP LCR Honda Castrol Cal Crutchlow berhasil menjadi juara di GP Argentina, Minggu (8/4). Penampilan pembalap asal Inggris itu begitu memukau karena dia mengawali balapan di Sirkuit Autódromo Termas de Río Hondo, dari urutan ke-10. Finis di urutan kedua, adalah pembalap Yamaha Tech 3 Johann Zarco dan diikuti oleh Alex Rins, joki Suzuki Ecstar.

GP Argentina yang jadi seri kedua MotoGP musim ini terbilang banyak menghadirkan insiden. Di awal, panitia penyelenggara sempat menunda waktu start karena alasan cuaca buruk. Ternyata tidak hujan, para pembalap pun mendapat kesempatan untuk mengganti ban basah menjadi ban kering.

Namun, pembalap Pramac Ducati Jack Miller yang mendapat posisi pole dari babak kualifikasi, tidak mengganti bannya karena memang sejak awal dia sudah memakai ban kering. Dia sempat protes karena pembalap lain yang mengganti ban, tetap diberi kesempatan yang sama untuk start dari posisi hasil kualifikasi.

Akhirnya, keputusan yang diambil adalah Miller mendapat keistimewaan untuk bisa start sendiri di depan. Para pembalap lain mundur empat baris ke belakang. Sayangnya, kesempatan itu tidak mampu dia manfaatkan secara maksimal hingga akhir balapan dan membuatnya harus puas finis di belakang Rins.

Selain itu, pembalap Honda Repsol Marc Marquez sempat bertingkah ketika balapan akan dimulai. Motornya mati dan malah memaksakan untuk tetap memulai balapan garis start. Seharusnya, dia masuk pit stop. Setelah balapan dimulai, Marquez yang mampu menyodok ke posisi kedua, menyalip Miller dan memimpin balapan di putaran keenam.

Tapi, posisi nomor satu tidak lama dipegang Marquez. Setelah dilakukan investigasi atas kejadian jelang start, Marquez dikenakan pinalti dan harus masuk pit stop. Dia pun disalip banyak pembalap dan kembali menggeber motornya mulai dari urutan ke-19. Dia berhasil menyalip lawan-lawannya, tapi, itu beberapa kali dilakukan dengan cara tidak terpuji.

Momen yang paling mencolok adalah ketika dia membuat pembalap Yamaha Movistar Valentino Rossi terjatuh di putaran ke-16. Saat itu Rossi berada di posisi keenam dan karena Marquez, dia jadi menempati urutan ke-19.

Sekali lagi, Marquez dikenai hukuman dan yang kedua ini berupa penalti 30 detik karena aksinya dinilai membahayakan pembalap lain. Dari urutan kelima ketika finis karena mampu menyalip rekan Rossi, Maverick Vinales, Marquez dinyatakan menyudahi balapan di urutan ke-18. Marquez usai balapan langsung menghampiri tim Rossi dan mendapat protes keras. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya