Velodrom Perlu Sertifi kasi OCA

Rul/R-3
05/4/2018 07:40
Velodrom Perlu Sertifi kasi OCA
(AFP / GOH CHAI HIN)

PROSES renovasi arena balap sepeda atau trek velodrom di Rawamangun, Jakarta, ditargetkan rampung pada akhir April. Namun, sebelum digunakan, velodrom tersebut harus lebih dulu mendapat sertifikasi dari Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Chief Executive Officer Jakpro Properti, Satya Heragandhi, mengatakan, OCA segera berkunjung pada bulan ini untuk melakukan penyeragaman dan sertifikasi.

Satya pun mengatakan optimistis mendapat sertifikasi dari OCA. Sebabnya, trek yang dibangun, termasuk material kayu yang digunakan, sudah sesuai dengan rekomendasi OCA.

"Kami menggunakan kayu serbia siprus, yaitu kayu rusia yang diproses ulang di Jerman karena pengalaman di beberapa negara itu ditolak sertifikasinya karena masalah kayu," papar Satya.

"Nanti saat kunjungan OCA akan dilihat apa ada yang kurang dan itu akan kami siapkan, baru sertifikasi, semoga saja tidak gagal," jelas Satya di sela kunjungan media ke Velodrom Rawamangun, kemarin.

Dia menambahkan, selain melihat jenis kayu yang digunakan, OCA akan mengukur ketepatan berbagai sudut kemiringan trek.

"Kalau soal kemiringan dan kerataan trek itu, UCI (Union Cycliste Internationale) yang akan tes. Nanti pada Mei akan ada kunjungan dari UCI juga dan kami harus menunggu sertifikasi dari mereka," tambah Satya.

Kayu siberia merupakan jenis kayu yang direkomendasikan UCI untuk dipakai sebagai lintasan velodrom besertifikat internasional. Penggunaan jenis kayu tersebut bertujuan menjaga keamanan pada pembalap sepeda trek.

Kayu tersebut, menurut Satya, dapat bertahan hingga 25-30 tahun selama pengelola velodrom dapat menjaga tingkat kelembapan udara kurang dari 70%.

Untuk membangun trek senilai Rp665 miliar tersebut, Jakpro menggandeng perusahaan arsitek terkemuka dari Jerman, Schuermann Architects of Monster. Perusahaan tersebut berpengalaman dalam membangun velodrom di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya