DUNIA tinju Indonesia berduka. Promotor tinju legendaris Indonesia yang ikut melahirkan sejumlah juara dunia, Daniel Bahari, mennggal dunia pada usia 67 tahun, kemarin (Senin, 16/3/2015), di Denpasar, Bali. Tokoh tinju Indonesia itu meninggal akibat terkena serangan jantung.
''Saya mendapat kabar dari Pino Bahari (anak pertama Daniel) bahwa beliau telah meninggal dunia tadi pagi (kemarin pagi) karena serangan jantung,'' kata Humas Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) Finon Manullang.
Sosok Daniel memang tidak bisa lepas dari perkembangan tinju di Indonesia. Tidak cukup bersinar saat menjadi petinju, torehan sejarah Daniel justru tercetak saat ia menekuni kegiatan di luar ring sebagai pelatih dan promotor.
Daniel merupakan sosok yang ikut mengantarkan petinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Chris 'the Dragon' John menjadi juara dunia.
''Saya memang termasuk petinju yang lahir dari tangan dinginnya. Almarhum dulu selalu berpesan agar saya tak cepat berpuas diri dan selalu berlatih karena saya tidak boleh lengah dengan pertarungan di depan saya,'' kata Chris John mengenang sosok Daniel Bahari.
Darah petinju dalam diri Daniel juga diturunkan kepada keempat putranya. Pino Bahari, Nemo Bahari, Dauddy Bahari, dan Champ Bahari, yang dikenal sebagai petinju tangguh. Bahkan, Pino yang merupakan putra sulung mendiang meraih prestasi tertinggi dengan merebut medali emas Asian Games 1990 di Beijing, Tiongkok, pada kelas 75 kg.
Nemo ikut mewakili Indonesia pada Olimpiade 1996 Atlanta, Amerika Serikat. Dauddy merupakan mantan juara Pan Asian Boxing Association (PABA) dengan rekor bertanding 44 kali menang (16 KO), 4 kali kalah, dan 1 kali seri selama karier profesionalnya. Adapun Champ yang sempat masuk pelatnas Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) meninggal dunia di usia 21 tahun akibat sakit.
Selain Chris John dan keempat anaknya, petinju lain yang dilahirkan dan pernah merasakan tangan dingin pria kelahiran Denpasar, 23 Maret 1948, itu antara lain Adi Swandana, Fransisco Lisboa, Yulianus Bunga, dan mantan juara dunia kelas bantam junior versi Federasi Tinju Internasional (IBF) Ellyas Pical.
Jenazah Daniel disemayamkan di rumah duka di Jalan Cargo Denpasar, Bali. Rencanaya, jenazah akan dimakamkan pada Kamis (19/3).(Gnr/R-2)