Atlet Boling Teriak Honor, Kemenpora Klaim Sudah Cair

Budi Ernanto
12/3/2018 15:40
Atlet Boling Teriak Honor, Kemenpora Klaim Sudah Cair
(ANTARA/Wahyu Putro A)

LIMA bulan jelang Asian Games 2018, masih saja ada masalah mengenai honor atlet. Dikatakan oleh Thomas Tan, pelatih boling Indonesia, anak asuhnya belum digaji sejak beberapa pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games digelar pada Januari lalu.

“Anak-anak gigit jari belum dapat honor. Semua berita ya datang dari mereka. Dari pengurus Boling Indonesia, mereka bilang anggaran untuk honor belum dicairkan karena surat keputusan (SK) atlet dan pelatih dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum ada,” kata Thomas kepada Media Indonesia, hari ini.

Sementara informasi yang didengar Thomas dari Kemenpora, adalah baru secara lisan tentang terbitnya SK pelatnas. Thomas menegaskan bahwa dirinya menagih bukti tertulis bahwa SK sudah dikeluarkan Kemenpora. “Kalau ada masalah yang tidak bisa ditangani, jangan salahkan yang di lapangan. Ini sudah bulan Maret,” kata Thomas.

Meski demikian, Thomas menyatakan bahwa telatnya pencairan dana tidak berlaku untuk pengadaan perlatan dan kegiatan uji coba. “Peralatan sesuai anggaran yang masuk Rp500 juta, buat anggaran latihan dan ikut pertandingan, itu cukup,” pungkas dia.

Namun Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana menegaskan bahwa anggaran untuk honor atlet boling yang akan mengikuti Asian Games 2018 sudah cair sejak Januari kemarin.

Pencairan anggaran dilakukan seiring pihaknya mengeluarkan surat keputusan (SK) yang berisi siapa saja atlet-atlet yang masuk program pemusatan latihan nasional (pelatnas). “SK itu adalah dasar pemberian uang honor termasuk akomodasi dan biaya untuk melaksanakan try out dan training camp,” kata Mulyana kepada Media Indonesia.

Seandainya di SK tidak ada nama-nama atlet dan juga pelatih serta anggota tim, Mulyana mengatakan pihaknya tidak akan mungkin menuliskan anggaran sepeser pun. SK itu sendiri nantinya bisa saja berubah.

Menurut Mulyana, setiap cabang olahraga (cabor) pasti harus menyeleksi siapa atlet yang akan diterjunkan di Asian Games pada Agustus mendatang. Sehingga umumnya, atlet yang mengikuti pelatnas sejak Januari kemarin, jumlahnya jelang Asian Games diselenggarakan, bakal semakin sedikit.

“SK perubahan itu nanti ada pada April. Sudah ada beberapa cabor yang mengajukan usulan untuk mengubah nama-nama atlet di SK. Kai sudah, istilahnya buka warung, panggil pengurus cabor satu persatu untuk evaluasi hasil latihan,” kata Mulyana. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya