Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 28 karateka pemusatan latihan nasional mulai menjalani seleksi tahap pertama menjelang Asian Games XVIII Jakarta-Palembang. Seleksi dipusatkan di Padepokan Judo, Hotel Arra Lembah Pinus Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (10/3). Mereka terdiri atas 13 karateka putri dan 15 karateka putra.
"Jadi, seleksi yang kita laksanakan hari ini (kemarin) sedikit agak beda dengan kejurnas-kejurnas yang sering kita lakukan. Di sini kita ingin mengambil karateka-karateka terbaik. Bukan sekadar pemenang atau juara," tegas Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Indonesia (PB Forki), Lumban Sianipar, di Cianjur, Sabtu.
Pada nomor kata perseorangan putra akan bersaing tiga karateka pelatnas, yaitu Andi Dasril Dwi Dahrmawan (Sulawesi Selatan), Erlando Stevano (Jambi), dan Iwan Fairuz Taher (Jawa Barat). Sementara di nomor kumite kelas -55 kg putra terdapat karateka Iwan Bidu Sirait (Sumatra Utara), M Tegar Januar (Jawa Barat), dan Wahyu Mukti Wijaya (Jawa Tengah).
Sedangkan di kumite -60 kg bersaing I Gede Gangga Wijaya (Banten), Ari Saputra (Lampung), dan Rifky Ardiansyah Arrosyiid (Jawa Timur).
Beberapa karateka senior seperti Jintar Simanjuntak juga masih akan turun gunung dengan mengikuti seleksi di kelas -67 kg putra dan Maruli Butar-Butar (Jawa Barat). Sementara di kelas -75 kg putra ada Sandi Firmansyah (Jawa Barat) dan Angga Laksmana (Jawa Timur).
Di nomor kumite -84 kg putra juga akan bersaing dua karateka terbaik Indonesia yakni Romario Setiamu (Jawa Barat) dan Baskoro Ndaru Murti (DKI Jakarta). Sedangkan I Made Budi Kertiyasa (Bali) dan M Raihand (Sumatra Utara) akan bersaing di nomor kumite kelas +84 kg.
Sementara di nomor putri karateka Sulawesi Selatan Krisda Putri Aprilia dan Nawar Kautsar M dari Jawa Barat akan bersaing memperebutkan tiket nomor kata perseorangan putri. Sedangkan Dwi Fadhilah dari Sumatra Utara dan Risca Anisa dari Jawa Barat akan bersaing di nomor kumite putri -50 kg.
Karateka-karateka pelatnas lain yang ikut ambil bagian dalam seleksi tersebut adalah Jihan Fitrian (Jawa Barat) dan Nova Sinaga (Sumatra Utara) di kelas 55 kg putri, Tri Winarni (Sumatra Utara), dan Inta Nurjanah (Jawa Barat) di kelas -61 kg putri, Ceyco Georgia Zefanya (DKI Jakarta) di kelas -68 kg putri, serta Dessynta Rakawuni Banurea (Sumatra Utara), dan Indri Ramadhanti (Lampung) akan bersaing di kelas +68 kg putri.
"Yang kita panggil mengikuti pelatnas ini adalah karateka-kareta juara 1 dan 2 dalam kejuaraan-kejuaraan yang lalu. Sekarang mereka di sini akan berlatih selama satu bulan. Kita mau lihat siapa yang terbaik di antara mereka," ujarnya.
Hasil seleksi tahap pertama akan dikerucutkan menjadi 150%. Para karateka akan terus menjalani beberapa tahap seleksi hingga didapatkan jumlah 100% atau 8 karateka jelang pelaksanaan Asian Games XVIII 2018 Agustus mendatang di Jakarta dan Palembang.
"Nanti seleksi tahap kedua rencannya sebelum dilaksanakan entry by name. Perkiraan sekitar Juni. Kita juga belum tahu kapan jadwal entry by name. Harapan kami, dengan adanya seleksi ini maka akan mendapatkan karateka-karateka yang terbaik di atas yang terbaik yang berhak tampil di ajang Asian Games," tegas Lumban.
PB Forki sudah mengagendakan training camp bagi para karateka sebelum nanti digelarnya Asian Games. Namun negara yang dipilih sebagai training camp masih dalam pembahasan.
"Biasa di negara kawasan Asia atau di luar Asia. Dari Italia juga sudah menanyakan keseriusan kita melaksanakan traning camp di sana," ujar Lumban.
Para karateka hasil seleksi akan mengisi delapan nomor pertandingan pada Asian Games 2018. Pada ajang multievent empat tahunan ini, setiap negara hanya boleh tampil di delapan kelas dari 12 kelas yang dipertandingkan di cabang karate.
"Kita juga akan siapkan karateka cadangan karena siapa tahu nanti ada cedera atau kendala lainnya. Secara kualitas karateka yang mengikuti pelatnas tak berbeda jauh. Kita juga bekali mereka (karateka) dengan pembinaan karakter dan mental bertanding. Nanti pada 23-25 Maret ada Kejurnas di Palu. Perintah dari ketua umum agar memantau atlet-atlet yang menonjol," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved