Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MERAIH dua medali emas di sektor tunggal putra dan ganda putra, menjadikan Indonesia tampil sebagai juara umum Indonesia Masters 2018.
Dalam ajang final di Istora Senayan, Minggu, dua wakil tuan rumah gagal merajai ajang yang sudah dihelat sejak 23 Januari ini.
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi pelipur lara bagi para penonton yang memenuhi Istora, Senayan, Jakarta. Mereka yang bermain paling akhir, kembali membuat Istora bergemuruh karena berhasil menjadi juara nomor ganda putra.
Dalam laga penutup, mereka berhasil mengatasi perlawanan sengit wakil asal Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen. Pertandingan yang berlangsung selama 57 menit itu berhakhir dengan skor 11-21, 21-10, dan 21-16 untuk Kevin/Marcus. Di tengah pertandingan, Kevin sempat memprotes keputusan wasit karena hasil smash dia dianggap keluar dari lapangan. Tapi, wasit tetap dengan keputusannya.
Sebelumnya, penonton kecewa hingga dua kali karena pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu hanya mampu menjadi runner-up.
Padahal, seluruh pendukung pemain Indonesia, sudah sangat senang ketika Anthony Sinisuka Ginting menyumbangkan medali emas pertama usai menang dari Kazumasa Sakai, pemain non-unggulan asal Jepang dengan skor 21-13 dan 21-12.
Ucapan selamat pun mengalir dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menonton secara langsung. “Saya ikut gembira dan mengucapkan selamat. Pertandingan yang terakhir luar biasa. Walau masih ada yang harus diperbaiki, masih ada waktu enam bulan lagi hingga Asian Games 2018,” kata JK yang didampingi Ketua Umum PBSI Wiranto, Menpora Imam Nahrawi, dan Chef de Mission (CdM) Asian Games Komisaris Jenderal Syafruddin.
Sementara Wiranto, mengatakan bahwa hasil dua juara yang didapat tetap harus disyukuri. Walaupun yang diharapkan semua wakil Indonesia yang masuk final berdiri di podium pertama.
“Di pertandingan terakhir, kita bisa lihat bahwa pebulu tangkis dunia kita mampu menunjukkan kelasnya. Memang, ada yang kurang beruntung. Apalagi ganda putri, itu masih perlu dipoles,” tutur Wiranto.
Dikatakan Wiranto, keberhasilan di Indonesia Masters juga sebagai tolok ukur sebelum berlaga di Asin Games. Apalagi, pemain-pemain yang hadir merupakan pemain yang akan tampil di pesta olahraga paling bergengsi di Asia.
"Keberhasilan ini jadi tolak ukur Asian Games. Kita sudah memilki gambaran pemain pemain yang jadi lawan nanti," imbuh Wiranto lagi.
Sedangkan Imam, mengatakan hasil Indonesia Masters harus dievaluasi PBSI. Apapun kelemahan-kelemahan yang ada, khususnya di sektor tunggal putri, karena tidak ada pemain yang meraih tiket ke final.
“Evaluasi akan jadi cara untuk lihat rekor masing-masing atlet, sehingga pada Juni nanti akan diketahui target realistisnya,” tandas Imam.
Usai pertandingan, Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi PBSI Susy Susanti juga merasa senang dengan capaian yang diraih anak-anak pelatnas Cipayung, Jakarta.
Apalagi target terlampaui. Dari yang dia sebutkan hanya menargetkan satu medali, ternyata ada dua medali yang dipersembahkan untuk Indonesia.
“Secara umum, seluruh pemain Indonesia bermain dengan sangat bagus. Anthony, dia bisa konsisten setelah Korea Terbuka 2017 dan meraih gelar juara lagi di Indonesia Masters. Tapi, tetap ada evaluasi apalagi di tunggal putri. Kami akui, bibitnya kurang. Ada sih, tapi yang punya potensi tidak ada kemauan. Ada yang punya kemauan, tapi tidak ada potensi,” ungkap Susy.
“Ke depannya, para pemain harus menjaga kesehatan, kebugaran, karena mereka hanya punya waktu kurang dari sebulan untuk mengikuti dua turnamen lagi. Pertama, India Terbuka 2018 dan Asia Team Championship 2018 di Malaysia yang akan jadi ajang kualifikasi untuk Piala Thomas dan Piala Uber 2018,” pungkas Susy. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved