Hyeon Lolos ke Semifinal Pertama Grand Slam

Antara
24/1/2018 21:16
Hyeon Lolos ke Semifinal Pertama Grand Slam
((AFP/Rul/R-4))

LAJU luar biasa Chung Hyeon pada Australia Terbuka berlanjut pada Rabu (24/1) ketika petenis Korea Selatan (Korsel) ini menaklukkan petenis AS Tennys Sandgreen dengan skor 6-4, 7-6(5), 6-3 untuk menjadi semifinalis Grand Slam pertama dari negaranya.

Berkaca mata seperti Clark Kent tetapi bermain seperti Superman di Rod Laver Arena, petenis peringkat 58 dunia Chung menjadi petenis peringkat terendah di empat besar di Melbourne Park sejak Marat Safin pada 2004.

Petenis 21 tahun itu akan bertemu juara bertahan Roger Federer untuk memperebutkan tiket ke final, dan semestinya menatap pertandingan tersebut dengan penuh percaya diri.

Sebagaimana seperti saat ia menyingkirkan juara enam kali Novak Djokovic di putaran keempat, Chung memiliki semua jawaban saat melawan petenis peringkat 97 dunia Sandgren, mampu mengembalikan semua yang dilepaskan petenis AS itu kepada dia.

Penampilan nyaris sempurna itu berakhir dengan sedikit cela ketika ia melepaskan servis untuk menyelesaikan pertandingan, saat ia menyia-nyiakan keunggulan 40-0 dan melihat total lima match point-nya menguap begitu saja. Ia belakangan mengakui untuk berpikir prematur mengenai kemenangan dan apa yang mungkin menjadi harapan negaranya.

"Menurut saya (pada) gim terakhir, banyak hal tiba bersamaan. Jika saya memenangi satu poin lagi, saya mengukir sejarah di Korea," ucapnya kepada para pewarta.

"Terkadang saya berpikir seperti itu. Saya harus berpikir mengenai seremoni. Apa pun, saya harus tetap tenang karena... pertandingan belum selesai."

Chung memaksimalkan kekuatannya, melepaskan pukulan forehand menuju sudut yang membuat Sandgren mengembalikan bola yang melewati baseline. Chung sedikit tersenyum ketika para penggemar asal Korsel bersorak di tribun dan ibunya membentuk lambang hati dengan lengannya dari boks pemain.

Korsel terhitung terlambat untuk berpartisipasi dalam pesta tenis global tetapi kesuksesan Chung dapat menyalakan api untuk olahraga itu di negara Asia Timur tersebut. Ini juga merupakan tamparan dari petenis yang jarang dibicarakan sebelum turnamen, di mana sebagian besar pembicaraan berkisar seputar para petenis muda seperti Alexander Zverev asal Jerman, yang disingkirkan Chung di putaran ketiga, dan Nick Kyrgios dari Australia.

Pertandingan dimulai dengan cara yang tidak bisa, alarm palsu berbunyi dan peringatan untuk 'evakuasi, evakuasi' muncul pada awal set pertama. Permainan dihentikan selama beberapa saat dan para penggemar bergegas menuju pintu keluar.

Chung mematahkan servis Sandgren pada gim ketiga dan melakukan serve untuk love, kemudian mematahkan servis petenis AS ini lagi untuk unggul dua gim.

Sandgren menggebrak, dua kali mematahkan servis Chung tetapi ia goyah ketika melepaskan servis untuk semestinya memenangi set pada kedudukan 5-3.

Petenis Korsel ini mengonversi break point kedua untuk kembali mendapatkan servis dan kedua petenis ini bertarung sengit pada tiebreak.

Sandgren semestinya dapat melepaskan pukulan forehand untuk menjadi pukulan winner untuk mengamankan dua set poin, tetapi ia justru memukul bola ke net utuk membuat Chung dapat menyamakan kedudukan menjadi 5-5.

Situasi genting bagi petenis AS itu kembali terjadi saat ia melakukan pukulan yang terlalu kuat, dan Chung hanya memerlukan satu kesempatan untuk memenangi set. Petenis Korsel ini mengepakkan tangannya kepada para penonton untuk berbagi kegembiraan, ketika Sandren duduk di kursinya untuk memegangi kepalanya dan menggerutu.

Petenis AS ini terlihat telah semakin jauh dari kemenangan saat ia tertinggal 1-3, tetapi ia memberikan hiburan yang layak kepada para penonton dengan melepaskan pukulan voli yang brilian untuk menyelamatkan match point kelima.

Petenis 26 tahun ini membungkuk untuk mendapatkan tepuk tangan dari para penonton, meski terdapat badai di jalur-jalur media sosialnya di mana para nasionalis sayap kanan marah dengan situasi ini.

"Saya senang dengan dapat bersikap tabah," kata Sandgren. "Tidak mudah untuk melalui kemenangan-kemenangan besar, kemenangan-kemenangan besar dalam karier saya, fase-fase gila, seperti perempat final (Grand) Slam... dan untuk berurusan dengan hal-hal di luar lapangan juga." (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya