Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA bertahan Roger Federer sempat beradu argumen dengan wasit tetapi membiarkan raketnya yang berbicara pada sebagian besar pertandingan ketika ia mengalahkan Tomas Berdych untuk kesembilan kalinya secara beruntun untuk mencapai semifinal Australia Terbuka pada Rabu (24/1).
Meski skor menunjukkan 7-6(1), 6-3, 6-4, ini bukan perjalanan mulus saat melawan petenis bertubuh kekar dari Ceko itu bagi petenis 36 tahun Federer, ketika ia tiba di empat besar Grand Slam untuk ke-43 kalinya -- dan 11 kalinya tanpa kehilangan satu set pun.
Federer sempat direpotkan pada awal pertandingan, tetapi permainan petenis unggulan ke-19 Berdcyh merosot ketika ia melakukan servis untuk set pertama pada kedudukan 5-3, saat Federer dibuat geram oleh video tayangan ulang Hawkeye yang mengalami malfungsi.
Berdych memiliki satu set poin yang dapat diselamatkan Federer dengan pukulan backhand, dan pukulan backhand lain membuat petenis Swiss ini balas memberikan break.
Unggulan kedua Federer tampil lebih baik pada tiebreak, membuat Berdych hanya mendapatkan satu poin, dan kemudian menutup set kedua dengan satu break.
Berdych dapat melempar handuk ketika ia tertinggal pada set ketiga, tetapi ia tetap memaksa Federer tampil sungguh-sungguh dengan balas melakukan break.
Namun, hal itu hanya menunda kekalahan yang tidak terelakkan, ketika Federer kembali mematahkan servisnya dan melengkapi kemenangan dengan 'love service game' untuk menyiapkan pertemuan dengan sensasi Korea Selatan Chung Hyeon untuk memperebutkan tiket final. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved