Kostyuk Jadi Petenis Termuda Tampil di Babak Ketiga Grand Slam

Antara
17/1/2018 20:38
Kostyuk Jadi Petenis Termuda Tampil di Babak Ketiga Grand Slam
(AFP)

PETENIS 15 tahun asal Ukraina Marta Kostyuk menjadi petenis termuda yang mencapai putaran ketiga Grand Slam dalam rentang waktu 20 tahun, ketika ia mengalahkan pemilik wild card lokal Olivia Rogowska di Australia Terbuka pada Rabu (17/1).

Petenis Kroasia Mirjana Lucic-Baroni, yang menembus putaran ketiga pada AS Terbuka 1997 juga berusia 15 tahun, petenis termuda sebelumnya yang mencapai fase ini di ajang Grand Slam.

Pada debutnya di Grand Slam dan penampilan di undian utama pertama di turnamen WTA, petenis kualifikasi Kostyuk telah menjadi petenis termuda yang memenangi pertandingan di Australia Terbuka sejak laju Martina Hingis ke perempat final pada 1996, ketika petenis Swiss itu berusia 15 tahun empat bulan.

Juara bertahan Australia Terbuka junior itu menang 6-3, 7-5 atas Rogowska di lapangan Margaret, yang membuat petenis peringkat 521 dunia Kotsyuk mendapatkan US$142.000 dalam bentuk uang hadiah, setelah hanya mengumpulkan US$6.733 sebelum pertandingan ini.

"Baik, saya sudah sedikit tahu ke mana saya akan menghabiskan (uang) ini, tetapi saya tidak benar-benar memikirkannya, karena, Anda tahu, seperti melakukan investasi besar atau sesuatu," kata Kotsyuk kepada para pewarta.

"Sekarang saya tetap menyimpan uangnya. Ini seperti sesuatu yang saya dapatkan dan saya pergi dan menghabiskannya. Mungkin saya akan memberikan hadiah-hadiah kepada keluarga saya, pertama-tama, tentu saja. Karena saya memiliki keluarga besar. Dan kemudian sedikit untuk diri saya. Yeah," sambungnya.

Kemenangan ini juga menyiapkan pertandingan glamor melawan kompatriot sekaligus unggulan keempat Elina Svitolina. Terlihat santai saat diwawancarai setelah pertandingan, Kotsyuk mengatakan ia masih harus memproses pencapaiannya sebelum mencemaskan tentang putaran berikutnya.

"Saya tetap belum memikirkan mengenai pertandingan itu," ucapnya. "Saya masih terikat, dengan emosi-emosi, saya masih terikat dengan pertandingan ini, dan ini merupakan pertandingan keenam saya di sini. Saya merasa seperti ini dengan setiap pertandingan, saya membaik dan semakin membaik," katanya.

Putri dari orangtua yang memainkan tenis, Kostyuk yang mengikuti pendidikan home schooling dimanajeri oleh mantan petenis peringkat 10 dunia asal Ukraina Ivan Ljubicic, anggota rombongan Roger Federer.

Ia menaklukkan lawannya yang berasal dari China Peng Shuai di putaran pertama, mantan semifinalis AS Terbuka, dengan skor 6-2, 6-2 pada putaran pertama dan melepaskan 22 pukulan winner saat menghadapi Rogowska.

"Saya tidak merasa ia seperti baru berusia 15 tahun sama sekali," kata Rogowska kepada para pewarta. "Yeah, sejujurnya, kekuatan pukulan-pukulannya --- saya tidak merasa ia berusia 15 (tahun), namun tentu saja, ia memukul dengan bebas... Saya merasa ia akan menjadi pemain yang berbahaya ketika ia berkembang."

Meski menang atas petenis Australia itu, Kostyuk mengatakan ia masih kesulitan mengendalikan emosi-emosinya dan marah ketika mendapatkan code violation untuk pelatih setelah ibunya memberi isyarat bahasa tubuh kepada dia dari boks pemain.

"Saya begitu marah, karena saya tidak melihat apa yang ibu perlihatkan kepada saya. Kemudian wasit mengatakan code violation, saya seperti, 'Apa? Saya bahkan tidak melihatnya', seperti, seperti, saya bersumpah saya tidak melihat apa yang ia perlihatkan kepada saya."

Setelah pertandingan, ibunya melakukan intervensi lain, mengambil telepon genggamnya sebelum ia dapat memeriksa pesan-pesan yang memberikan ucapan selamat.

"Yah, saya mengambil telepon, dan saya harus makan di saat yang sama," kata Kostyuk. "Ibu saya mengatakan kepada saya untuk meletakkan telepon dan makan dengan sopan. Karena saya tidak memiliki sarapan normal, itulah mengapa saya merasa bersikap buruk di lapangan hari ini." (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya