Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) dapat menandatangani akta kerja sama (MoU) terkait dengan dana bantuan pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018. Kemenpora menargetkan pekan depan ialah akhir penandatanganan MoU.
Deputi Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana mengatakan dengan ditandata-ngani MoU, proses pencairan anggaran bisa dilakukan. "Sekarang sudah ada delapan cabang olahraga yang sepakat. Setelah ditandatangani MoU, setidaknya 10 harilah pencairannya," kata Mulyana, kemarin
Ia mengakui ada beberapa pengurus cabor yang keberatan dengan hasil verifikasi proposal kegiatan pelatnas. Mulyana menekankan memang ada arahan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa hanya 70% dari Rp735 miliar atau sekitar Rp500 miliar yang diperuntukkan sebagai dana pelatnas Asian Games 2018.
Namun, jika hasil verifikasi ternyata masih menyisakan dana, itu akan diberikan kepada cabor yang nomor pertandingannya berpeluang menda-patkan medali. Hitung-hitungan Kemenpora, hanya 12% dari 462 nomor pertandingan yang berpeluang melahirkan medali.
"Kami dalam menentukan berapa yang harus dibagi untuk setiap cabor tentu punya dasar. Kami punya data-data yang dimiliki Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan data eksternal. Dari situ, misalnya untuk gaji atlet, itu ada yang lebih tinggi dari yang diberikan Satlak Prima," jelasnya.
Lebih lanjut, Mulyana menjanjikan ada dana khusus yang bisa digunakan untuk membayar pelatih asing. Dana tersebut ialah 30% dari Rp735 miliar dan juga bisa dipakai untuk sewa arena dan kontingen saat berlaga pada Agustus mendatang. "Tapi, itu tidak hanya untuk keperluan Asian Games saja, juga Asian Para Games 2018," kata Mulyana.
Tidak Relevan
Ketua Umum Gabungan Asosiasi Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Ekawahyu Kasih menilai bantuan yang diberikan Kemenpora untuk keperluan pelatnas tidak relevan. Ia mengatakan dana yang diberikan untuk Gabsi dan cabor lain tidak sesuai dengan agenda try out dan pemusatan latihan demi menggenjot prestasi.
Apalagi, beberapa cabor ditargetkan mendapat emas. Kemenpora hanya bersedia memberi Gabsi sekitar Rp9 miliar. Padahal, kebutuhan Gabsi mencapai Rp23 miliar.
"Tim verifikasi bilang cabor harus mengerti karena peraturan harus diikuti. Memang betul mereka menjalankan tugas sesuai dengan aturan Deputi IV, tapi itu bisa diubah setelah tim verifikasi bertemu cabor dan mendapatkan masukan bahwa apa yang dilakukan kurang tepat dan berpotensi menghilangkan target emas," ucap Ekawahyu.
Senada dengan Ekawahyu, Sekjen Pengurus Pusat Indonesia Jetsport Boating Association (PP IJBA) Rinaldi Duyo juga meminta peninjauan kembali dari hasil verifikasi yang dilakukan Kemenpora. "Kami melihat anggaran tidak masuk akal," ujar dia.
Untuk persiapan menuju Asian Games, cabor jet ski mengajukan anggaran Rp25,7 miliar. Namun, yang disetujui hanya sekitar Rp 5,6 miliar. (R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved