Napoli Tanpa Hasrat Berlebih di Coppa

Satria Sakti Utama
03/1/2018 18:45
Napoli Tanpa Hasrat Berlebih di Coppa
(AFP PHOTO / CARLO HERMANN)

NAPOLI sukses memuncaki klasemen Liga Serie A Italia untuk sementara waktu. Akan tetapi, hasrat untuk berprestasi lebih jauh lagi hanya mimpi belaka.

Il Partenopei, julukan Napoli, tersingkir dari pentas Coppa Italia setelah takluk dari Atalanta 2-1, Rabu (3/1). Terasa lebih menyakitkan karena kekalahan itu diterima di depan publik San Paolo.

Pelatih Napoli Maurizio Sarri menerima kekalahan ini dengan lapang dada. Namun, ia menampik sengaja mengalah demi memprioritaskan kompetisi Serie A Italia. Pelatih 58 tahun malah mengkambinghitamkan anak didiknya.

Pernyataan Sarri dapat dipertanyakan, karena ia memilih menyiapkan sejumlah pemain cadangan sebagai starter dalam laga ini. Tercatat hanya tiga pemain utama yang bermain sejak menit pertama. Paling krusial ialah absennya duet juru gedor utama yakni Dries Mertens dan Lorenzo Insigne. Hal ini membuat Napoli gagal mencuri gol lebih dahulu.

"Tim berkonsentrasi lebih di Serie A dan itu kesalahan. Ketika skuat dirotasi akan menjadi topik besar jika Anda menang. Tapi apabila kalah kemudian semua orang akan menyerang Anda. Dalam kasus ini, saya suka penampilan malam ini lebih sedikit, ketika kami memainkan pemain utama di lapangan," jelas Sarri.

Tim tamu yang akhirnya membuka skor berkat sumbangan gol Timoty Castagne lima menit setelah turun minum. La Dea, julukan Atalanta, semakin di atas angin karena Alejandro Gomez sukses menambah keunggulan di menit ke-81.

Mertens yang tampil di babak kedua gagal membantu timnya mengejar ketertinggalan. Hanya satu gol yang disarangkan penyerang Belgia ini untuk memperkecil skor menjadi 2-1 pada menit ke-84.

Di lain pihak, pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mengungkapkan rasa bahagianya. Atalanta saat ini tinggal menanti lawan antara Juventus atau Torino di laga semifinal Coppa Italia. Leg pertama akan digelar pada 31 Januari mendatang.

Meskipun demikian, mengalahkan Napoli bukanlah prestasi yang spesial bagi Atalanta. Bryan Cristante dkk seringkali menjadi mimpi buruk bagi tim asal kota Naples ini. Atalanta meraih tiga kemenangan dalam lima laga terakhir dari Napoli.

"Kami tidak merubah gaya bermain. Itu terlihat ketika kami memainkan laga dengan kebiasaan karakeristik kami sendiri. Penghargaan yang fantastis bisa mencapai babak semifinal," tutur Gasperini. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya