Anggaran Dipangkas, Cabor Tetap Wajib Pasang Target di Asian Games

Budi Ernanto
02/1/2018 20:54
Anggaran Dipangkas, Cabor Tetap Wajib Pasang Target di Asian Games
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

JANGAN ada cabang olahraga yang tampil di Asian Games 2018 tanpa target.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto setelah ada sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) yang protes mengenai keputusan verifikasi Kemenpora, yang memangkas anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Gatot mengatakan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.95/2017 tentang Peningkatan Prestasi Atlet, disebutkan bahwa anggaran bisa berasal dari APBN atau pun di luar itu.

“Anggaran bisa dari sponsor. Jika memang dibutuhkan, kami akan fasilitasi antara cabor dan sponsor,” kata Gatot di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/1).

Alasan Kemenpora tidak bisa memenuhi nominal yang diajukan oleh pengurus cabor, antara lain karena memang anggaran yang ada hanya sekitar Rp600 miliar. Sebenarnya pemerintah memiliki dana kurang lebih Rp735 miliar, tapi sekitar Rp100 miliar dialokasikan untuk Komite Paralimpiade Nasional (NPC) yang harus menyiapkan atlet untuk Asian Para Games 2018.

Dari catatan yang dipegang Gatot, memang rata-rata dari pengajuan 40 pengurus cabor, pemangkasan anggaran mencapai lebih dari 50%. Ada yang lebih dari 50%. Namun, itu pun pengajuannya hanya sekitar Rp3 miliar.

Sementara yang paling tinggi disetujui oleh Kemenpora hanya kurang lebih Rp12 miliar dari pengajuan sekitar Rp30 miliar. Gatot menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa pukul rata dalam memberikan anggaran mengingat tolak ukurnya adalah nomor pertandingan, bukan per cabor.

“Saat ini, baru ada delapan pengurus cabang olahraga yang telah menyepakati hasil verifikasi. Dari 40 cabor, tinggal satu yang belum diverifikasi, yakni kabaddi. Kami berharap dalam waktu dekat semua cabor sudah menyepakati hasil verifikasi. Penekanan dari kami adalah, semua anggaran akan digelontorkan di awal, kecuali honor yang akan dibayarkan pada bulan berikutnya,” tutur Gatot.

Sebelumnya, kepada Media Indonesia, ada beberapa cabor yang mempertanyakan hasil verifikasi Kemenpora. Dinilai, pemberian anggaran dilakukan tanpa dasar karena tidak memenuhi kebutuhan. Sementara sejumlah cabor dipatok target medali emas.

Ketua Umum Gabungan Asosiasi Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Ekawahyu Kasih mengatakan selain anggaran, yang dipangkas juga jumlah atletnya. “Kami ajukan 32 atlet, lalu yang disetujui Kemenpora hanya 12. Kalau begini, target emas terancam,” ungkap Ekawahyu.

Ekawahyu mendatangi Kemenpora untuk menjelaskan perihal kebutuhan anggaran yang mencapai Rp23 miliar, dan mempertanyakan mengapa yang dipenuhi hanya Rp9 miliar. Menurut dia, Rp9 miliar tidak cukup jika Gabsi ditargetkan mendapat dua emas. Lebih baik jika tidak ada target emas.

“Jika bicara uang, ya dibagi rata saja, saya akan katakan tidak masalah. Tapi, kalau bicara prestasi, itu tidak cukup karena kami harus latihan dan kompetisi di Amerika Serikat, Bulgaria, dan Jerman. Kami juga harus bayar pelatih asing,” tegas Ekawahyu.

Keberatan juga disampaikan oleh cabor wushu mengenai jumlah yang dikabulkan oleh Kemenpora. Persatuan Wushu Indonesia (PWI) mengajukan proposal yang memuat anggaran sebesar Rp37 miliar. Nyatanya, yang disodorkan kembali oleh Kemenpora hanya sekitar Rp9 miliar.

Sekjen PWI Ngatino mengatakan, pihaknya pun masih belum memutuskan apapun terkait hasil verifikasi proposal yang dilakukan Kemenpora. "Dasarnya apa, menentukan atlet yang ikut pelatnas 11 orang? Paling tidak 11 atlet. Lalu, gaji staf strength condition (SC) hanya Rp4 juta, harusnya setara dengan pelatih,” keluhnya.

Ngatino mengaku dirinya sejak disodorkan hasil verifikasi pada akhir bulan lalu, sudah mengirimkan surat kepada Kemenpora untuk mempertimbangkan ulang keputusan soal anggaran itu. Apalagi wushu juga adalah cabor yang diprioritaskan sama seperti bridge. “Jangan salahkan cabor jika gagal nantinya capai target,” ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya