Laga Indonesia vs Islandia Siap Digelar di SUGBK

28/12/2017 19:52
Laga Indonesia vs Islandia Siap Digelar di SUGBK
(Ist)

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan bahwa Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sudah bisa digunakan untuk tes event Timnas Indonesia menghadapi Islandia, 14 Januari 2018.

Stadion kebanggaan bangsa ini menjadi salah satu dari 13 venue olahraga yang dibangun/direnovasi di Komplek GBK oleh Kementerian PUPR, untuk mendukung Asian Games XVIII 2018 Jakarta dan Palembang.

"Pertandingan bisa digelar di SUGBK karena proses renovasinya rampung akhir 2017. Saya berharap Presiden Jokowi bisa sekaligus meresmikan SUGBK dan ikut menonton pertandingan tersebut," kata Menteri Basuki saat melakukan peninjauan ke SUGBK, Selasa (26/12).

Pekerjaan renovasi SUGBK berkapasitas 76 ribu penonton sudah dimulai sejak Agustus 2016 dan sekarang tampilannya semakin modern.

Menurut Menteri Basuki, semua pekerjaan ditargetkan selesai 31 Desember 2017, dan dilanjutkan dengan perapihan dan pembersihan stadion termasuk area lapangan di dalam stadion.

Beberapa pekerjaan seperti pemasangan rumput berjenis zoysia matrella, peralatan tata suara dan tata cahaya juga sudah selesai. Pencahayaan berkekuatan 3.500 lux atau dua kali lebih terang dari sebelumnya 1.200 lux.

Namun dengan penggunaan LED lighting system, konsumsi listriknya lebih hemat hingga 50% dari lampu konvensional dan memiliki kualitas pencahayaan tiga kali lebih baik. Sistem pencahayaan terintegrasi dengan sound system yang berkekuatan hingga 80 ribu watt PMPO.

Selain itu kursi penonton menggunakan kursi baru yang lebih berkualitas jenis flip up yang memenuhi standar aksesibilitas evakuasi. Setiap kursi mampu menahan beban hingga 250 kg dan tidak mudah ditarik sehingga menahan aksi vandalisme.

Renovasi SUGBK dilakukan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa Kerjasama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp769,7 miliar.

Selain melihat progres SUGBK, Menteri Basuki juga melihat penataan kawasan di Kompleks GBK. Penataan dilakukan untuk menciptakan lansekap yang lebih berkualitas sebagai ruang terbuka hijau yang menyatu dengan bangunannya.

Pekerjaan penataan kawasan GBK dibagi menjadi dua yakni zona. Untuk penataan kawasan zona 1 dilakukan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dengan nilai kontrak Rp275,5 miliar, dan zona 2 dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya (Persero), Tbk dengan nilai kontrak Rp355,2 miliar.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Basuki didampingi oleh Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Ditjen Cipta Karya Dodi Krispratmadi, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawijaja, Dirut PT Adhi Karya Budhi Harto, dan Dirut PT Wijaya Karya Bintang Perbowo. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya