Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akhirnya merilis daftar nama atlet yang mengikuti program pemusatan latihan nasional (pelatnas) 2018.
Dari daftar yang ada, diketahui jumlah atlet meningkat dari 89 menjadi 104 atlet. Sebanyak 48 adalah atlet senior dan sisanya atlet pratama (junior). Ada 15 atlet yang dipulangkan ke klubnya masing-masing di penghujung tahun ini.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan, ada ketentuan baru dalam sistem pembinaan atlet penghuni pelatnas yang baru. Pertama, adalah atlet-atlet yang tertera di SK (surat keputusan) sebagai atlet pelatnas yang seluruh pembiayaan latihan dan pertandingan selama setahun akan dibiayai oleh PBSI.
“Kedua, atlet dengan SK Pemantauan. Pembiayaan pelatihan dan pertandingan akan dibiayai oleh PBSI selama enam bulan kemudian dipantau dan dievaluasi prestasinya. Jika tak memenuhi target statusnya akan berubah menjadi pemain magang atau bahkan dipulangkan ke klub masing-masing (degradasi),” terang Susy di Jakarta, Rabu (27/12).
Sedangkan yang terakhir, adalah para atlet dengan status magang yang seluruh pembiayaan latihan dan pertandingan dibiayai oleh klub masing-masing. Pemain magang pun dievaluasi penampilannya selama enam bulan, kecuali jika indisipliner, dapat dipulangkan ke klub sewaktu-waktu. Jika berprestasi akan naik menjadi pemain dengan SK Pemantauan.
“Dari segi kuota, tidak akan jauh berbeda, tapi status yang akan berbeda. Kalau yang ragu-ragu, saya tidak mau masukan ke SK tetap. Magang kan bisa berapa bulan. Penilaiannya bukan cuma potensi, tapi lihat sikap, kemauan dan perkembangan di pelatnas seperti apa,” ungkap Susy.
Adapun dari daftar pemain yang ada itu, nama-nama pemain kelas utama tidak banyak mengalami perubahan dan masih diisi oleh atlet ternama seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Greysia Polii, dan Jonatan Christie. Susy berharap program regenerasi pada 2018 bisa lebih cepat sehingga melahirkan banyak prestasi.
“Secara umum prestasi di 2017 sudah cukup baik, ada 38 gelar dari level international series hingga super series premier. Ganda putra memberikan prestasi yang luar biasa tahun ini. Meskipun tak sebanyak tahun sebelumnya, tapi ganda campuran konsisten mendapat gelar, khususnya di event-event penting. Kami berharap 2018 lebih baik lagi, dan regenerasi menjadi lebih cepat,” ujar Susy.
Sementara ganda putri, diharapkan juga jadi andalan nantinya dan bahkan di Asian Games 2018. “Untuk sektor tunggal putra dan tunggal putri memang agak tertinggal dibanding sektor lain, tetapi ada grafik yang meningkat. Ada satu gelar super series dengan all Indonesian final yang sudah lama sekali tidak terjadi. Pemain yang ada harus lebih stabil ke depannya, mereka punya kesempatan untuk ikut Olimpiade 2020 di Jepang,” pungkas Susy. (BadmintonIndonesia/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved