Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM nasional angkat besi berani menentukan target lebih dari satu emas di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Padahal pemerintah hanya menargetkan satu emas saja.
Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) meyakini target satu emas bisa terlampaui, bahkan lebih.
Hal ini diungkapkan kepala pelatih tim angkat besi Indonesia Dirja Wihardja di Jakarta, Jumat (24/11). Menurut Dirja, timnya optimistis setidaknya meraih dua emas karena dua pesaing terberat mereka yakni Tiongkok dan Kazakhstan dipastikan tak berpartisipasi, karena terkena larangan bertanding selama satu tahun oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) akibat kasus doping di Olimpiade 2008 dan 2012.
Tiongkok dan Kazakstan termasuk di antara tujuh negara lainnya yang terkena hukuman serupa, seperti Armenia, Azerbaijan, Belarus, Moldova, Rusia, Turki, dan Ukraina. Kondisi ini dianggap Dirja sangat menguntungkan Indonesia.
"Kini kita hanya tinggal mewaspadai dua pesaing terberat, di tim putra ada Vietnam, sementara di tim putri ada Korea Utara. Mudah-mudahan bisa pecah telorlah karena selama ini angkat besi belum pernah meraih emas di Asian Games. Semoga bisa dapat minimal dua (emas)," tuturnya.
Bagi Dirja, kalau bisa meraih target lebih kenapa tidak? Yang penting berusaha dulu dengan memenuhi semua kebutuhan atlet. "Latihan yang nyaman, dan janji-janji Menpora soal peraih emas SEA Games bakal jadi aparatur sipil negara bisa sebagai penambah motivasi atlet," ujarnya.
Demi meraih emas di Asian Games, timnas angkat besi lebih memilih memperbanyak training camp dibandingkan uji coba.
"Uji coba paling hanya test event Asian Games yang berlangsung Februari nanti, dan uji coba tim lapis kedua di Kejuaraan Dunia Junior 2018 di Uzbekistan, Juni. Selebihnya akan ada training camp, dua kali yakni di Jepang selama satu bulan penuh pada April mendatang, dan Korea Selatan pada Juli setelah terbentuk tim inti Asian Games di awal Juli," tambah Dirja.
Sejauh ini ada 11 lifter menghuni pelatnas, yaitu Eko Yuli Irawan, Deni, Surahmat Wijoyo, Triyatno, Muhammad Hasbi, M Furqon, I Ketut Ariana, Sri Wahyuni Agustiani, Sarah Anggraini, Dewi Safitri, dan Acchedya Jagaddhita. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved