Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) menyatakan ada 13 nama, di luar 9 pelaku yang sudah disanksi, yang
diduga kuat terlibat dalam pengaturan skor atau match fixing di IBL 2017.
Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih, di Jakarta, Rabu (22/11), mengatakan, pihaknya tinggal menunggu bukti kuat untuk menghukum mereka.
"Kami sudah susun rapi daftarnya, tinggal menunggu bukti," ujar Danny ketika ditemui di daerah Pasar Minggu, Jakarta.
Perbasi berjanji tidak setengah hati dalam menangani kasus pengaturan skor ini. Sebelumnya, organisasi yang berdiri pada 23 Oktober 1951 ini sudah menghukum 9 pemain terkait hal itu.
Melalui surat resmi bernomor 508/XI/PP/2017 bertanggal 21 November 2017, Perbasi memberikan sanksi kepada 9 nama yang disebut secara sah dan meyakinkan terlibat dalam pengaturan skor.
Kesembilan sosok itu merupakan para pemain JNE Siliwangi Bandung, yaitu Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nollan Surawi, Robertus Riza Raharjo, dan Zulhilmi Faturrahman.
Mereka dihukum dengan sanksi tidak boleh terlibat di seluruh kegiatan bola basket Indonesia dengan durasi 5 tahun (diterima oleh Ferdinand Damanik), 4 tahun (Tri, Gian, Haritsa, Untung), 3 tahun (Fredy, Vinton, Robertus) dan 2 tahun (Zulhilmi).
Sementara ketika dimintai konfirmasi lebih lanjut, Ketua Bidang Hukum PP Perbasi, George Fernando Dendeng, menolak memberikan informasi terkait 13 nama tersebut.
"Selama bukti tidak ada, 13 atau 100 orang tidak ada bedanya. Dan apakah di dalamnya termasuk pelatih, pemain, atau wasit? Pokoknya kami menunggu bukti," ujar George. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved