Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM karateka pelajar SMA Indonesia mampu menempati peringkat dunia menduduki posisi keempat kejuaraan karate tingkat dunia, 2nd Open International De La Province De Liege 2017, yang digelar di Brussel, Belgia, pada 8-15 November 2017.
Mereka berhasil mempersembahkan total lima medali, yakni dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
Medali emas diraih Muhammad Zidan Bagaskara dari SMAN 70 Jakarta di nomor kata perorangan dan Nadya Baharudin dari SMAN 5 Makassar, Sulawesi Selatan, juga meraih emas kata perorangan.
Sedangkan medali perak dipersembahkan Gaby Dara Ayu dari SMAN 4 Sidoarjo, Jawa Timur, di nomor kumite, dan medali perunggu dipersembahkan Muhammad Naufal dari SMAN 67 Jakarta bersama Annisa Nabila Rezki dari SMA 1 PKL Riau di kumite.
Ketua Tim Delegasi Karate Pelajar SMA Indonesia, Suharlan, mengutarakan, kejuaraan karate ini dikategorikan elite karena diikuti 87 tim dari 19 negara Eropa, Asia, dan Afrika. Oleh sebab itu, pemerintah mengapresiasi keberhasilan tim yang mampu tampil prima dengan prestasi menaklukkan pelajar negara lain.
"Dengan semangat juang tinggi dan mental baja, kendati harus melawan suhu 4 derajat, mereka mampu meraih sejumlah medali dan mengibarkan Bendera Merah Putih di antara negara peserta lainnya," kata Suharlan saat penjemputan tim karateka SMA di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (17/11).
Dia menjelaskan, karateka yang dikirim ke Belgia merupakan seleksi dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Kendati menghadapi karateka terutama dari Eropa yang berpostur besar dan tinggi, pelajar Indonesia tidak gentar.
Hasilnya, tim karate pelajar SMA Indonesia secara keseluruhan menempatkan Indonesia di klasemen empat perolehan medali. Urutan pertama ditempati Belgia, kemudian Prancis, Jerman, Indonesia, Belanda, Luksemburg, Iran, Inggris, Polandia, dan Portugal.
“Prestasi ini membuktikan karateka pelajar kita mampu unjuk prestasi dan diperhitungkan di dunia internasional,” cetusnya.
Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Purwadi Sutanto, menegaskan, pemerintah akan berkesinambungan melakukan pembinaan untuk masa depan karateka pelajar ini. Penjaringan karateka mulai dari O2SN hingga meraih kemenangan di gala internasional ini sangat membantu PB Forki.
"PB Forki amat terbantu dalam pembibitan dan menyeleksi karateka pelajar kita sebagai asset bangsa yang amat berharga,” tegas Purwadi
Nadya Baharuddin, 17, peraih medali emas untuk kata perorangan putri U-18, mengatakan, dengan semangat tinggi dan daya juang ia berhasil mengalahkan lawan terberat yang dihadapi yakni dari Prancis dan tuan rumah Belgia. Menurut Nadya, keunggulan perserta dari negara Eropa adalah memiliki postur tubuh yang lebih besar dengan tenaga yang lebih kuat.
"Ya, kendati berat lawan kami, dengan semangat tinggi dan konsentrasi serta bermain cantik juga strategi jitu kita mampu mengatasinya. Mereka sangat unggul pada tenaga, kita juga punya tenaga meski tidak sekuat mereka," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved