Arsene Wenger Pertaruhkan Segalanya

Satria Sakti Utama
04/11/2017 20:12
Arsene Wenger Pertaruhkan Segalanya
(AFP)

SETELAH menghadapi 15 manajer berbeda, kini giliran bos Arsenal menantang Manchester City dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Etihad Stadium, Minggu (5/11) malam.

Klub yang diasuh oleh Josep Guardiola ini masih memegang status tidak terkalahkan dari lawan-lawannya hingga saat ini.

Hanya dua kali The Citizens- julukan City- tertahan diwaktu normal, saat melawan Everton di pekan kedua Liga Primer Inggris dan kala menjamu klub level kedua Inggris Wolverhampton Wanderers. Untuk lawan terakhir, Manchester City akhirnya keluar sebagai pemenang setelah unggul dalam duel adu pinalti di ajang Piala Liga Inggris akhir Oktober lalu.

Seperti julukannya sebagai sang profesor, Wenger menganalisis secara detil calon lawannya. Pelatih asal Prancis pun berkesimpulan bahwa permainan menyerang, meski risiko kebobolan makin tinggi akan diaplikasikannya.

"Terkadang cara terbaik untuk bertahan ialah dengan menyerang. Anda harus menerima pertaruhan dan risiko adalah bagian dari permainan," ujar Wenger.

Kesimpulan Wenger lahir dari pengamatannya atas pertarungan Manchester City kontra Napoli di Liga Champions Eropa. Tim yang kini memimpin puncak Serie A Italia ini sempat memberikan kesulitan bagi Manchester City dengan permainan cepat dan menyerangnya.

Walaupun pada akhirnya Il Partonepei- julukan Napoli- menelan kekalahan dalam dua laga tersebut. Terakhir Napoli menyerah dengan skor 2-4 di San Paolo, tengah pekan lalu.

"Napoli memberikan mereka masalah di babak pertama tapi babak kedua fisik mereka menurun. Mereka tidak terus menunjukkan intensitas yang sama. Jadi aspek fisik menjadi penting juga," imbuhnya.

Wenger telah mengantisipasi masalah fisik pemain dengan melakukan rotasi pemain saat melawan Red Star Belgrade di Liga Europa, Jumat (3/11) lalu. Seluruh pemain intinya diistirahatkan dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol tersebut.

Sementara itu, Pep- sapaan Guardiola- tidak terlalu tertarik memfokuskan diri memecahkan rekor milik Arsene Wenger. Arsenal memegang rekor tidak terkalahkan sepanjang 38 laga pada musim 2003-2004 silam.

"Saya lebih senang bahwa rekor itu masih untuknya, kami tidak ingin memecahkannya. Tentu menjadi tim tidak terkalahkan di Liga Primer merupakan sesuatu yang fantastis, tapi kami lebih ingin bermain dengan baik dan mengalahkan mereka," kata mantan pelatih Barcelona itu.

Sementara itu, psywar mewarnai laga antara Chelsea kontra Manchester United di Stamford Bridge, Minggu (5/11) malam. Bos Setan Merah Jose Mourinho menyebut banyak fans Chelsea yang masih menyukainya. Dalam dua periode kedatangan Mou ke klub London ini, pelatih asal Portugal ini telah mempersembahkan tujuh piala termasuk tiga gelar Liga Primer Inggris.

"Ketika saya berada di jalan, di luar persaingan sepak bola banyak fans Chelsea yang tidak satupun tak berperilaku baik kepada saya. Tapi ketika di lapangan tentu hal yang berbeda lagi," tutur Mou.

Di sisi lain, Manajer Chelsea Antonio Conte memilih untuk tidak terpancing dengan sindiran Mou. Pelatih asal Italia ini sempat naik pitam kepada mantan pelatih Inter Milan tersebut saat merasa tersindir karena mengeluh banyak pemainnya cedera.

"Tidak penting hubungan antar pelatih. Kami hanya harus menghormati pekerjaan kami," tutur Conte. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya