Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANITIA Penyelenggara Asian Paragames 2018 (Inapgoc) akan merencanakan ulang penyerapan anggaran yang akan diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Anggaran khusus persiapan dan penyelenggaraan tersebut direncanakan cair pada pekan depan. Semula, pemerintah menyediakan anggaran Inapgoc sebesar Rp86 miliar. Namun, karena angggaran tersebut berasal dari realokasi anggaran Olympic Center pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp357 miliar, proses pencairannya masih menunggu dibukanya blokiran dana tersebut dari Kementerian Keuangan.
Demi antisipasi lamanya waktu pencairan dana tersebut, Kemenpora berencana menambahkan dana Inapgoc dengan memberikan anggaran sebesar Rp20 miliar yang diambil dari realokasi, dan museum Olahraga di Taman Mini Indonesia Indah. Tapi, angin segar justru terdengar dari pihak Kemenpora yang menunggu pencairan dana dari Kemenkeu.
Sayangnya, dana yang akan cair hanya RP86 Miliar yang sudah disetujui DPR, sedangkan Rp20 miliar akan dibatalkan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari justru merasa dipermainkan. Bahkan, Okto mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menyelenggarakan Asian Paragames.
"Kita sudah menyusun perencanaannya tentang penyerapan anggaran RP20 miliar dan Rp86 miliar, kok sekarang yang Rp20 miliar enggak ada. Sehingga perencanaannya otomatis dilebur ke yang Rp86 miliar, dan itu harus diserap dalam waktu dua bulan ini. Rasanya enggak fair saja karena kita sama-sama tahu kebutuhan Inapgoc itu bagaimana. Saya betul-betul enggak mengerti sebenarnya mau pada serius menyelengarakan APG atau tidak sih?" tandas Okto dengan nada gemas.
Okto pun menjelaskan, Inapgoc sudah membuat perencanaan khusus penyerapan anggaran Rp20 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk penyelenggarakan rapat koordinasi komite keempat mendatang.
"Terus kita juga tadinya berencana menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan dari Deputi III Inapgoc yang membawahi bidang marketing dan promosi. Kami berencana menggunakannya untuk materi iklan cetak, televisi dan elektronik, materi billboard, desain-desain, kita sudah bikin list dari kebutuhan dan sekarang yang Rp20 miliar dihilangkan. Terus terang saja saya jadi bingung sekarang ini, belum dapat gambaran dari pemerintah sebenarnya maunya apa," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI ini.
Okto pun menegaskan, berapa pun jumlahnya yang penting anggaran Inapgoc bisa secepatnya cair. Pasalnya, waktu persiapan penyelenggaraan APG sudah semakin mepet mengingat tahun ini sudah tinggal beberapa bulan lagi.
"Yang penting uang cair dululah, berapapun anggarannya nanti kurangnya akan dipikirkan. Kita sudah hitung-hitung kalau bisa maksimalkan semuanya bisa dimaksimalkan hingga Rp1,6 triliun untuk 2017-2018. Kalau kurang dari itu ya kita enggak tahu caranya harus bagaimana," pungkasnya.
Terpisah, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewabroto mengatakan dana sebesar Rp86 miliar diharapkan bisa cair pada Senin (30/10). Saat ini, proses pembukaan blokiran dana tersebut juga hampir selesai.
Gatot pun menjelaskan, semula pihaknya memang berencana memberikan dana Rp20 miliar untuk mengantisipasi dana Rp86 miliar yang telat cair. Tapi, nyatanya proses pencairan dana tambahan tersebut justru lebih panjang.
"Untuk mencairkan dana Rp20 miliar kami masih harus duduk bersama dengan Kementerian Keuangan, Bappenas dan lain-lain. Karena itu, daripada harus koordinasi dengan lembaga lain yang memakan waktu, lebih baik fokus ke Rp86 miliar saja yang sudah disetujui DPR dan ada di depan mata," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved