Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tahun ketiga pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kerap melakukan terobosan untuk mewujudkan komitmen yang tercantum dalam Nawacita.
Bidang Pemuda terus digalakkan guna mengisi pembangunan Tanah Air yang kini sudah berusia 72 tahun. Begitu juga para atlet yang terus didukung agar kian berprestasi.
Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, Indonesia kini punya lebih dari 62 juta anak-anak muda. Mereka harus difasilitasi dengan kegiatan-kegiatan positif yang berdampak bagi lingkungan di sekitarnya.
“Kami terus mengoordinasi seluruh kebijakan-kebijakan terkait pelayanan kepemudaan. Karena mayoritas objek pembangunan dan kebijakan pembangunan itu pasti untuk anak muda,” kata Gatot di Jakarta, Kamis (19/10).
Gatot menambahkan, pihaknya ingin bisa lebih banyak melahirkan pelopor muda di tengah masyarakat. “Seperti pasukan pengibar bendera pusaka, datang dari rekrutmen dan pelatihan. Mereka nantinya tidak hanya mampu kibarkan Merah Putih saat ulang tahun kemerdekaan Indonesia saja, juga secara mental dan karakter. Kami bentuk mereka jadi SDM berdaya saing dan pada saatnya mereka jadi contoh bagi teman-teman seusianya,” tambah Gatot lagi.
Sementara di sektor olaharaga, sejumlah konsolidasi internal dan eksternal juga selalu dilakukan. Tata kelola sepakbola menuju manajemen profesional terus disempurnakan sejak beberapa tahun kemarin.
Sedangkan pembinaan atlet usia dini juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, penghargaan dan juga jaminan hari tua bagi atlet berprestasi pun tidak lepas dari perhatian pemerintah, baik untuk atlet nondifabel dan difabel.
“Ada bonus bagi timnas yang bertanding di Piala AFF 2016 sebesar Rp200 juta untuk pemain dan Rp 150 juta untuk ofisial atau jajaran pelatih. Bonus juga untuk pebulu tangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang mendapat medali emas di Olimpiade Rio 2016. Bonus atlet SEA Games 2017 dan ASEAN Para Games 2017, pun tidak dibedakan karena sama-sama menyumbang prestasi,” imbuh Gatot.
Kondisi terkini, Presiden Jokowi telah menandatangani Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional sebagai pengganti atas Perpres Nomor 15 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Emas (Prima). Regulasi yang ditujukan agar memaksimalkan pemenuhan kebutuhan atlet, itu akan berlaku sejak ditandatangani oleh presiden, tidak menunggu pemberlakuan di awal 2018.
“Berkat Asian Games 2018, Indonesia dalam hal ini Jakarta akan memiliki kawasan olaharaga kelas dunia. Meski berat persiapannya, wilayah Senayan, Jakarta dirombak demi menyambut ajang olahraga dua tahunan itu. Pak Jokowi juga bertekad untuk melanjutkan proyek kawasan terpadu olahraga di Hambalang, Jawa Barat yang sempat tertunda,” tukas Gatot lagi.
Namun, kendala diakui tetap dihadapi Kemenpora selaku leading sector bidang keolahragaan. Infrastruktur belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Sport science juga belum digunakan sepenuhnya dan hanya ada di beberapa universitas saja. Kemudian, jumlah anggaran yang terbatas sering menghambat kegiatan para atlet untuk latihan dan berkompetisi demi meningkatkan kemampuan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved