Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dibebankan target satu emas di Asian Games 2018 oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).
Untuk mewujudkan prestasi tertinggi di Asian Games tersebut, PASI mulai menyusun program pelatihan guna meningkatkan performa atlet-atlet unggulan mereka.
Tak tanggung-tanggung, konsultan asing Harry Mara didatangkan langsung dari Amerika Serikat untuk membantu tim pelatih menyusun program bagi para atlet mereka. Sebanyak 15 pelatih (kecuali nomor jalan cepat dan nomor jarak jauh) ikut dalam pelatihan yang berlangsung di Jakarta selama satu minggu, terhitung sejak Rabu (11/10) hingga Selasa (17/10) mendatang.
"Jadi, kedatangan Harry ke sini khusus bertemu dengan pelatih dan bekerja bersama pelatih di tiap-tiap nomor, untuk membetulkan training program mereka. Harry menyadari kalau selama ini atlet kita lebih banyak latihan angkat beban, dan itu sebaiknya diganti dengan senam," ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan di Jakarta, Jumat (13/10).
Bob menambahkan, hal-hal yang diajarkan Harry fokus pada perbaikan teknik latihan atlet. Pola latihan atlet perlu diperbaiki sehingga meraih hasil yang maksimal saat Asian Games nanti.
"Mereka perlu banyak latihan yang berbau atletiknya itu sendiri, seperti Emilia Nova yang sebetulnya sangat kuat, dan Maria Londa juga harus lebih gesit dan tidak boleh kaku. Karena itu akan ada pola latihan yang seimbang antara latihan fisik seperti angkat beban dengan latihan teknik atletik dari tiap-tiap nomor," jelas Bob.
Untuk mengembangkan performa atlet menuju Asian Games, tim pelatih telah menyiapkan program khusus bersama Harry. Program tersebut tidak hanya ditujukan kepada Asian Games saja tetapi juga Olimpiade Tokyo 2020.
Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menambahkan, berdasarkan hasil perundingan dengan Harry, tim atletik akan fokus pada penempaan kondisi fisik hingga akhir tahun ini.
"Sekarang masih istirahat aktif sampai pertengahan Oktober, baru dari Oktober hingga Februari akan fokus membangun kekuatan atlet. Kemudian, Maret itu sudah harus selesai latihan fisik karena mereka akan memasuki periode pra kompetisi dari ringan hingga berat sampai April, setelah itu mereka Mei sampai Agustus nanti sudah harus masuk ke penajaman masing-masing teknik dan peningkatan kecepatan," jelas Tigor.
Sementara itu, Harry menilai sejatinya atlet-atlet Indonesia punya peluang besar untuk meraih emas di Asian Games 2018. Mereka yang memiliki kemampuan untuk mewujudkannya adalah Maria Londa di nomor lompat jauh, Emilia Nova di nomor lari 100 meter gawang, serta tim estafet putra 4x 100 meter.
"Saya rasa baik Londa, Emilia, tim estafet, mampu bersaing dengan negara-negara lain. Catatan waktu dan jarak mereka bagus, dan jika pola latihan mereka ditingkatkan dan diperbaiki mereka akan melakukannya dengan lebih baik lagi," ujar Harry.
"Bahkan, Maria bisa diproyeksikan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020," lanjutnya.
PB PASI akan terus melanjutkan konsultasi mereka dengan Harry lewat media daring. Harry pun dijadwalkan akan kembali memantau perkembangan atlet Indonesia pada Februari dan Juni tahun depan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved