Peboling Indonesia Butuh Psikolog Olahraga

Nurul Fadillah
08/10/2017 20:46
Peboling Indonesia Butuh Psikolog Olahraga
(ANTARA)

TIM boling Indonesia ditargetkan minimal satu emas oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Namun, untuk meraihnya masih banyak pembenahan dan pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Hal itu diungkapkan pelatih timnas boling Thomas Tan, di Jakarta, kemarin. Menurut penuturan Thomas, tim Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain, khususnya pesaing terberat seperti Korea Selatan dan Malaysia serta Singapura.

Thomas menegaskan, jika ingin menyaingi mereka dan meraih emas, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Hal paling krusial adalah keberadaan tim psikolog olahraga yang dibutuhkan para peboling Indonesia.

"Hasil pemantauan di beberapa turnamen internasional, seperti Asian Indoor Martial Arts Games 2017 dan SEA Games, lawan-lawan kita bisa tampil lebih bagus dan maksimal karena perangkat mereka lengkap. Mereka punya tim psikolog, tim nutrisi, tim recovery yang selalu mendampingi para atlet. Kita punya psikolog dari Satlak Prima tetapi tidak nempel sama kita, dia datang dua bulan sekali dan bahkan sesekali saja," ujar Thomas.

Menurut Thomas, keberadaan psikolog sangat penting, selain untuk mendongkrak mental atlet juga mengawasi pola latihan kebugaran atlet. Karena itu, lanjut Thomas, pihaknya menginginkan psikolog olahraga yang memahami secara detil tentang olahraga secara khusus dan dapat menangani tim bowling.

"Selama ini, tim psikolog yang disediakan Satlak Prima itu hanya paham hal-hal umum saja. Padahal pola latihan kebugaran tim boling sama atletik itu beda. Nah, supaya paham seperti apa latihan boling, tim psikolog harusnya mendampingi kita terus, dan mengikuti perkembangan atlet. Sehingga kita berharap kalau pun Satlak Prima tak sanggup menyediakan, berikanlah PB kebebasan untuk menyewa psikolog sendiri," tandasnya.

Selain masalah psikolog, hal lain yang tak kalah penting adalah uji coba dan training camp keluar negeri. Menurut Thomas, para atlet membutuhkan lebih banyak uji coba untuk dapat menguji kemampuan mereka dengan atlet-atlet tingkat dunia.

Beberapa turnamen uji coba pun sudah dijadwalkan dan diajukan ke Satlak Prima, misalnya Profesional Women Bowling Tour di AS dari April sampai Mei 2018 yang terdiri dari enam seri tur dunia. Sayangnya, akibat adanya pengetatan pengeluaran dari Kemenpora, tim putra batal mengikuti uji coba seri dunia profesional di AS pada November mendatang.

Thomas pun menyayangkan hal tersebut karena seri profesional dunia baru akan ada lagi pasca Asian Games pada September tahun depan.

"Jadi terpaksa kita tidak bisa ikut padahal di sana kita bisa uji kemampuan dengan para pebwling profesional di dunia. Untuk mengakalinya paling kami akan carikan uji coba-uji coba sekitaran April sampai Juli ada Thailand Open, Singapura Open, Malaysia Open, Hong Kong Open dan Macau Open," terangnya.

Pada Asian Games 2018 cabang boling akan memperebutkan 6 emas masing-masing di kategori beregu putra-putri, ganda putra-putri, dan trio putra-putri. Menurut Thomas semua berpeluang meraih medali terutama tim putra yang hanya memiliki Korea Selatan sebagai pesaing terberat. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya