Pelatnas Asian Games 2018 Dilakukan Secara Terpusat

Budi Ernanto
05/10/2017 20:41
Pelatnas Asian Games 2018 Dilakukan Secara Terpusat
(MI/Ramdani)

SEBANYAK 269 atlet dari 23 cabang olahraga (cabor) pada Oktober ini dipastikan memasuki pelatnas Asian Games 2018.

Menurut Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Achmad Sutjipto, 23 cabor tersebut adalah yang diprioritaskan oleh pemerintah sehingga lebih dulu memulai latihan.

Untuk mengoptimalkan latihan tersebut, pemerintah akan membuat sentralisasi. Dengan demikian Satlak Prima bisa lebih mudah mengontrol jalannya proses latihan. Kesuksesan sentralisasi tempat latihan atau pelatnas sudah dibuktikan dari keberhasilan kontingen Indonesia yang menjadi juara umum di ASEAN Para Games 2017 pada bulan lalu.

"Harus diakui kegagalan Indonesia di SEA Games 2017 di Malaysia pada Agustus, juga disebabkan latihan yang tidak terpusat. Ini memang akibat dari renovasi kompleks Gelora Bung Karno (GBK) dalam persiapan Asian Games 2018. Sementara kontingem Para Games terpusat latihannya di Solo, Jawa Tengah," ujar Sutjipto di Jakarta, Kamis (5/10).

Pemerintah memiliki dua kota yang menjadi kandidat dilaksanakannya sentralisasi pelatnas, yakni Palembang (Sumatera Selatan) dan Bandung (Jawa Barat). Dua kota tersebut memiliki fasilitas olahraga memadai dan pernah menjadi tuan rumah PON 2004 dan 2016.

"Harus kita pastikan apakah tempat sentralisasi ini mudah dalam mengakses sports science atau tidak. Lalu bagaimana juga dengan akses kesehatan dan lain-lain. Karena itulah, semua harus kami tinjau, tapi kami belum tentukan jadwalnya. Ada kemungkinan juga sentralisasi dilakukan di dua tempat, Palembang dan Bandung,” tambah Sutjipto.

Sementara itu, jika ada cabor yang sudah memiliki fasilitas latihan memadai, Sutjipto mengatakan mereka bisa saja tidak bergabung di sentralisasi. Contohnya, renang yang selalu berlatih di Bali atau angkat besi yang baru saja mendapat tempat latihan di kawasan Gambir, Jakarta dan bulu tangkis di Cipayung, Jakarta.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, Palembang memang sangat memadai menjadi sentra pelatnas. Hanya saja, ada satu cabor yang fasilitasnya kurang, yaitu sepeda. Sedangkan di Bandung juga terbilang memadai. Atlet angkat besi juga ada yang latihan di Bandung. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya