Tidak Ada Lagi Penambahan Cabor di Asian Games

Nurul Fadillah
25/9/2017 19:38
Tidak Ada Lagi Penambahan Cabor di Asian Games
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

TIDAK ada penambahan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018, Jakarta-Palembang.

Sejauh ini sudah diputuskan 40 cabor dengan 426 nomor pertandingan. Kepastian tersebut sudah menjadi keputusan dalam rapat Koordinasi Komite (Koorkom) ketujuh antara Indonesia dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang berlangsung di Jakarta, Agustus lalu.

"Jadi, saya tegaskan sekali lagi, di Ashgabat tidak ada lagi yang namanya negosiasi cabang dan nomor pertandingan. Inasgoc hanya melaporkan hasil Koorkom ketujuh, dan OCA juga menganggap keputusan tertinggi Asian Games ya di Koorkom itu," ujar Sekjen Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Eris Haryanto, di Kantor Inasgoc, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).

Eris menegaskan, dalam General Assembly yang berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan (Rabu 20/9), Inasgoc telah melaporkan cabang dan nomor yang dipertandingkan. Saat itu, Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabar menegaskan keputusan cabang dan nomor sudah tidak bisa diganggu-gugat karena sudah disepakati bersama dalam Koorkom ketujuh.

Penentuan jumlah cabor Asian Games memang sempat naik turun. Pada Koorkom sebelumnya yang berlangsung April, sempat ada kesepakatan 39 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan total 426 nomor. Tapi, dalam Koorkom ketujuh telah disepakati total 40 cabor.

Satu tambahan diusulkan oleh OCA yakni roller sport yang terdiri dari dua disiplin, yaitu sepatu roda dan skate board. Pasalnya, olahraga tersebut akan dipertandingkan dalam Olimpiade Tokyo 2020.

OCA pun menegaskan, pihaknya siap membantu dukungan venue untuk roller sport.

"OCA bersedia membantu pendanaan untuk didirikannya venue roller sport. Venue bisa di mana saja. Yang pasti kita inginnya pasca Asian Games itu akan ada venue yang menjadi warisan, dan bisa dimanfaatkan di masyarakat. Nanti mereka ke sini pada 14 Oktober untuk membicarakan hal itu juga di samping memantau pembangunan venue Asian Games," lanjut Eris.

Selain membahas soal cabang dan nomor pertandingan, dalam rapat besar tersebut OCA juga menyampaikan keinginan mereka untuk kesuksesan penyelenggaraan Asian Games. Karena itu, OCA menginginkan pelaksanaan Asian Games sesuai dengan standar mereka.

"Mereka menjelaskan poin-poin penting yang harus bagus dan krusial misalnya pembukaan dan penutupan, broadcast juga sampai detil-detilnya mereka jelaskan, terus teknologi informasi juga. Makanya semua perusahaan terkait hal-hal tersebut adalah perusahaan yang direkomendasikan oleh mereka sendiri," lanjut Eris.

Sebelumnya, dari 40 cabang tersebut, Satlak Prima setidaknya menargetkan 20 emas dapat diraih demi mencapai target peringkat 10 besar. Perolehan emas tersebut berpeluang diraih di 15 cabang prioritas, diantaranya bulu tangkis, panahan, bridge, atletik dan sepeda.

Perubahan Prosedur

Di sisi lain, demi kelancaran pencairan dana akomodasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga tampaknya melakukan perubahan prosedur pencairan anggaran. Manajer angkat besi Alamsyah Wijaya menerangkan, untuk bisa mencairkan dana akomodasi, tidak lagi menggunakan pihak ketiga dan akan berhubungan langsung dengan Kemenpora.

"Jadi, kami diminta membuat surat ke Menpora. Dalam surat tersebut akan ada lampiran semua bon-bonnya kemudian NPWP, akte pengurus besar, rincian biaya laporan itu dikirim ke Menpora ditembuskan ke Satlak Prima dan juga Bendahara Kemenpora. Nanti langsung ditransfer ke PB, tetapi kami baru kumpulkan laporannya dan belum disampaikan ke Kemenpora," ujar Alamsyah.

Alam pun menjelaskan, dana akomodasi 17 atlet pelatihan nasional belum dibayarkan terhitung sejak Januari hingga September tahun ini. Dana akomodasi tersebut mencapai RP2,096 miliar.

"Yang jelas tidak seperti dahulu yang memakai pihak ketiga untuk mengurusi dana akomodasi. Sekarang langsung dari Kemenpora," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya