Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAVEEN Jordan-Debby Susanto dan Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo, menjadi harapan terbesar Indonesia merebut gelar Jepang Terbuka Super Series 2017.
Pasangan ganda campuran dan ganda putra tersebut jelas menjadi tumpuan setelah enam wakil Indonesia yang menembus babak 16 besar, hanya mereka yang meraih tiket ke babak delapan besar, Kamis (21/9).
Praveen-Debby menjadi wakil Indonesia pertama yang lolos setelah mengalahkan wakil dari India Satwiksairaj Rankireddy-Ashiwini Ponnapa dengan skor 29-27, 16-21, dan 21-12 di Tokyo Metropolitan Gymnasium. Selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan wakil Taiwan Wang Chi Lin-Lee Chia Hsin.
Unggulan keempat turnamen bulutangkis itu pun berpeluang merebut kemenangan, mengingat Wang-Lee bukan pasangan unggulan. Dari rekor pertemuan mereka, Praven-Debby unggul dengan satu kemenangan saat berhadapan di Swiss Terbuka 2017.
"Kalau lawan Taiwan hampir sama juga. Kami harus siap capek karena power pemain ceweknya lumayan besar," ujar Debby.
Sementara itu, Kevin-Marcus melangkah ke perempat final setelah menaklukkan pasangan tuan rumah Takuro Hoki-Yugo Komayashi 21-13, 11-21, dan 21-18.
Kemenangan ini sekaligus mempertajam rekor keunggulan Kevin-Marcus atas Takuro-Yugo. Sebelumnya, dalam empat kali pertandingan, Kevin-Marcus selalu bisa merebut kemenangan.
“Sebenarnya mereka mainnya enggak terlalu susah, tak ribet atau tidak sesulit pemain lainnya. Cuma mungkin terbawa emosi kondisi di lapangan. Jadi di game ketiga kami coba main agak tenang. Kalau main tenang, saya yakin bisa menang jauh,” ungkap Marcus.
Di perempat final, Kevin-Marcus akan menghadapi Kim Astrup-Anders Skaarup Rasmussen (Denmark). Dari rekor pertemuan, pasangan Indonesia itu unggul 2-1. Kekalahan Kevin-Marcus dialami di BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 lalu, 16-21 dan 16-21.
Benahi ketenangan
Langkah Kevin-Marcus gagal diikuti rekan mereka Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto. Tampil pertama di sektor ganda putra, Fajar-Rian harus menyerah 19-21, 19-21 dari wakil tuan rumah Takoto Inoue-Yuki Kaneko dalam waktu 43 menit.
Bagi Fajar-Rian, ini pengulangan kekalahan dari Inoue-Kaneko. Sebelumnya mereka juga ditumbangkan di Malaysia Masters 2017, 21-10, 11-21 dan 17-21.
Fajar mengatakan, masalah ketenangan dalam permainan mereka masih harus dibenahi.
“Kami selalu mendapat evaluasi pelatih setelah bertanding, tapi masih ada yang kurang saja saat di lapangan. Mungkin ke depannya masalah ketenangan harus lebih di perhatikan. Kami masih terlalu ingin cepat buru-buru dan kurang tenang di lapangan,” ujar Fajar.
Di sektor tunggal putra, satu-satunya wakil Indonesia Tommy Sugiharto belum mampu menyaingi pemain senior Lee Chong Wei. Meski tetap melakukan perlawanan, Tommy harus mengakui keunggulan peringkat lima turnamen tersebut 20-22, 17-21.
Begitu pula dengan pasangan ganda putri Greysia Polii-Apriyani Rahayu. Wakil tunggal Indonesia tersebut harus menyerah dari unggulan pertama Misaki Matsutomo-Ayaka Takahashi (Jepang) 15-21, 21-12, 15-21.
Selain itu, pasangan 'campuran' Indonesia-Malaysia Hendra Setiawan-Tan Boon Heong harus terhenti di babak dua. Mereka kalah dua game langsung dari unggulan dua asal Denmark Mathias Boe-Carsten Mogensen 8-21 dan 13-21. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved