Metro TV Raih Penghargaan Media Massa Peduli Olahraga

Tosiani
09/9/2017 19:59
Metro TV Raih Penghargaan Media Massa Peduli Olahraga
(MTVN)

METRO TV meraih penghargaan sebagai media massa peduli olahraga dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (9/9).

Penghargaan yang diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu merupakan salah satu rangkaian puncak acara di GOR Moch Soebroto, Magelang. Penghargaan diberikan Menpora Imam Nachrowi dan diterima Dirut Metro TV Suryopratomo.

Kemenpora juga memberikan penghargaan kategori perusahaan peduli olahraga kepada PT Nestle Indonesia, Kompas Gramedia, TVS Motor Indonesia, PT Djarum Foundation, dan Danone.

Menpora Imam Nachrowi juga memberikan penghargaan pada tujuh pelaku olahraga seperti Denny Thios, pelatih olahraga Ditti Rembran, ahli gizi Erein Christianto, dan peraih medali emas Asean School Games 2017 dari cabang atletik Idan Fauzan R.

Penghargaan sebagai pembina olahraga diterima Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, karena dianggap sukses menjadi tuan rumah Porwanas dan Popnas di 2015, PON XIX dan Peparnas 2016. Di bawah kepemimpinannya, Jawa Barat telah membangun lima stadion sepakbola berstandar internasional. Ia juga membangun sport Jabar Arcamanik, dan mendukung pembangunan GOR di 27 kabupaten / kota.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur NTB Muhammad Zaenal Majdi mendapatkan penghargaan sebagai tokoh inspiratif gerakan bersepeda. Selain mereka, sebanyak 18 lainnya mendapatkan penghargaan sebagai penyelenggara gowes terbaik. Dari 18 orang itu, 17 di antaranya merupakan kepala daerah.

Mereka yang menerima penghargaan adalah Gubernur Jambi Zumi Zola, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, Wali Kota Manado Godbles Sofcar Vicky Lumentut, dan Bupati Blitar Rijanto. Kemudian Bupati Belu NTT Wilybrodus Lay, Bupati Kepulauan Aru Maluku Johan Gonga, Ketua Komunitas Sepeda Pondok Indah Kota Jakarta Selatan Moektiono Ngestiadi, Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman, Bupati Tabanan Bali Ni Putu Eka Wiryastuti.

Lainnya, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Bupati Bengkulu Makmun Ibnu Fuad, Bupati Kayong Utara Hildi Hamin, Bupati Labuan Bajo Agustinus CH Dula, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Bupati Demak M Natsir, Bupati Brebes Idza Priyanti, dan Bupatu Bengkulu Utara Mian.

Sementara lima mantan pelatih dan pemain menerima penghargaan sebagai tokoh legenda dan inspiratif. Yakni Tan Joe Hok alias Hendra Kartanegara yang merupakan mantan pemain dan pelatih bulu tangkis. Ia juga sekaligus orang Indonesia pertama yang menjadi juara turnamen bergengsi All England.

Kemudian Liem Swie King, mantan pebulutangkis yang terkenal dengan julukan King Smesh. Boedi Sidi Darma mantan olahragawan di atletik, mantan kiper nasional Rony Pasla, dan Sani Tawainella yang merupakan mantan pemain dan pelatih sepak bola, serta inspirator film olahraga.

Menpora mengatakan Sani Tawainella telah menyatukan perbedaan lewat sepak bola. Ada pula pebulutangkis Tantowi dari Banyumas yang muslim, dan berduet dengan Butet yang Katolik dari Manado. Keduanya beda etnis dan agama tapi berhasil menyatukan Indonesia lewat bulutangkis.

"Di podium GOR Moch Soebrata ini katanya, tanah dan air yang telah dilalui seluruh pegowes disatukan. Ini simbol yang akan kita jaga dalam kerangka NKRI dan bhineka tunggal ika. Kita akan menjaga
Indonesia dengan olahraga," ujar Menpora dalam sambutannya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya