Tontowi/Liliyana Kehilangan Gelar

09/3/2015 00:00
Tontowi/Liliyana Kehilangan Gelar
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal mempertahankan gelarnya.()

GANDA campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal mempertahankan gelarnya di turnamen bulu tangkis All England Open Super Series Premier 2015, kemarin. Hasil ini tidak sesuai target untuk menjadi juara. Tontowi/Liliyana mengaku banyak mengambil pelajaran dari pertandingan hari ini.

"Peak performance kami sepertinya di semifinal kemarin. Hari ini selain lawan yang main lebih siap, kami juga banyak terbawa permainan mereka. Kami juga banyak tertekan dan melakukan kesalahan sendiri. Ini menjadi pelajaran bagi kami," kata Liliyana kepada laman PP PBSI badmintonindonesia.org seusai pertandingan di Barclaycard Arena, Birmingham.

Saat berhadapan dengan ganda Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, Tontowi/Liliyana kalah dua gim langsung 10-21, 10-21.

Gim pertama, Owi/Butet --panggilan Tontowi/Liliyana-- langsung tertinggal 1-7. Akibat terus ditekan, Owi/Butet beberapa kali melakukan kesalahan. Hal tersebut berlangsung hingga interval pertama, 5-11 untuk Zhang/Zhao.

Tontowi/Liliyana seolah tak mampu keluar dari tekanan. Mereka tertinggal 9-18, dan akhirnya kalah 10-21 di gim pertama.

"Di gim pertama kami banyak melakukan kesalahan. Terlalu mudah bagi lawan untuk memperoleh poin. Jadi, mereka juga seperti di atas angin terus. Mereka hari ini main lebih rapi, sementara kami terlalu terburu-buru. Padahal, harusnya kami lebih tenang karena kami sudah tiga kali juara," kata Butet lagi.

"Saya pribadi main hari ini banyak tertekan. Permainan saya tidak keluar secara maksimal, banyak error sendiri. Kami banyak ambil pelajaran dari pertandingan hari ini, harus evaluasi lagi ke depannya," tambah Owi.

Di gim kedua Owi/Butet pun kerap tertinggal, 3-5, 15-7 dan 17-9. Skor 10-21 akhir memupuskan harapan Tontowi/Liliyana untuk kembali menjadi juara.

Tontowi/Liliyana sendiri memiliki catatan yang baik di All England Open sebelumnya. Ganda peringkat tiga dunia ini mencetak hattrick saat menjadi juara pada 2012, 2013, dan 2014.

"Kami tidak puas dengan hasil ini. Namun, kami sudah berusaha di lapangan. Mereka tampil lebih baik (daripada kami), kami harus mengakui itu. Kami banyak mengambil pelajaran dari gim hari ini," ungkap Butet.

England kali ini merupakan turnamen pertama Owi/Butet tahun ini. Akan tetapi pelatih ganca campuran Richard Mainaky menyatakan, hal itu seharusnya tidak berpengaruh terhadap performa.

Richard mengakui bahwa permainan Zhang/Zhao banyak berubah sehingga mereka hingga tampil berbeda. "Sekarang mereka banyak main panjang ke belakang dan Zhang Nan sering maju ke depan," ujar Richard.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya