Nasib Olahraga Tradisional yang Terpinggirkan

20/8/2017 21:55
Nasib Olahraga Tradisional yang Terpinggirkan
(Ist)

NASIB olahraga tradisional makin terpinggirkan kalau tak ada yang menggubris.

Kalau dulu ketika masih belum ada permainan-permainan modern, hampir setiap sore di berbagai sudut kota anak-anak begitu antusias beradu ketrampilan.

Mereka bermain gobak sodor, gasing, egrang, engklek, dll. Semua diwarnai dengan kegembiraan. Di sanalah mereka bermain dan mengasah sportivitas. Setiap akhir kemenangan dan kekalahan selalu disambut kegembiraan pesertanya. Kini, perlahan tapi pasti permainan-permainan olahraga tradisional itu mulai dilupakan.

"Itulah yang tak kita inginkan. Jangan sampai anak-anak melupakan bahwa bangsa ini punya banyak permainan yang edukatif dan selalu mengasah sportivitas," ujar Kepala Museum Olahraga Nasional Herman Chaniago di Jakarta, Minggu (20/8).

Berangkat dari hal tersebut, pihaknya menggelar lomba-lomba edukasi tingkat SMP se-DKI Jakarta, Sabtu (19/8). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke 72 Kemerdekaan Indonesia. "Peserta berjumlah 1.200 pelajar yang datang dari 40 sekolah," paparnya.

Para siswa itu beradu kemampuan berlaga dalam bidang pencak silat, takraw keranjang, dagongan, gasing dan panca dolanan. Herman menegaskan melalui lomba edukasi ini ingin agar para generasi muda dapat mengetahui permainan dan olahraga tradisional Indonesia.

"Harapannya, mereka bisa menjadikan olahraga sebagai budaya dan membuat mental mereka lebih kuat lagi. Jangan hanya asyik dengan gawai yang bisa membuat kecenderungan apatis terhadap sekelilingnya," tutur Herman lagi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya