Satu Kaki di Semifinal

07/3/2015 00:00
Satu Kaki di Semifinal
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

TIM Piala Davis Indonesia mengawali pertandingan babak pertama Grup II Asia/Oseania yang berlangsung 6-8 Maret dengan hasil gemilang.

Dua partai tunggal yang dijalani tim Indonesia menghadapi tim Piala Davis Iran di Lapangan Tenis Bukit Asam, Palembang, Sumatra Selatan, kemarin, bisa dilalui Christopher Rungkat dan Sunu Wahyu Trijati tanpa kehilangan satu set pun.

Keduanya membawa Indonesia kini memimpin 2-0 atas tim Davis Iran.

Dengan hasil itu, Indonesia kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk bisa mencapai partai semifinal.

Indonesia akan berjumpa Pakistan atau Kuwait bila mampu mencapai semifinal Grup II Asia/Oseania.

Perjumpaan Indonesia dan Iran masih menyisakan satu partai ganda dan dua partai tunggal lagi.

Christopher yang bermain lebih dahulu sukses merengkuh kemenangan tiga set langsung 6-2, 6-1, 6-0 atas petenis peringkat 1.581 dunia, Shahin Khaledan.

Di pertandingan berikutnya, Sunu yang tidak memiliki peringkat dunia mampu mengalahkan Anoosha Shahgholi yang berperingkat 1.394 dunia juga dengan tiga set langsung 6-3, 6-1, 6-0.

"Saya puas dengan hasil hari ini. Anak-anak bermain sesuai dengan strategi pertandingan yang diterapkan. Kepercayaan diri ini sangat penting untuk kami meraih kemenangan," kata kapten tidak bermain tim Piala Davis Indonesia, Roy Therik, seusai laga.

Saat menghadapi petenis Iran yang bertipe spesialis lapangan tanah liat, Christopher dan Sunu yang lebih berpengalaman di lapangan Bukit Asam yang bertipe lapangan keras mampu mendominasi pertandingan.

Keduanya bahkan tidak membiarkan permainan Iran berkembang.

Christopher yang menjadi pe-tenis andalan Indonesia mampu memanfaatkan kelelahan Khaledan yang tidak terbiasa bermain di lapangan keras.

"Jaga irama, main solid. Menang set pertama lalu jaga tempo terus. Faktor percaya diri hari ini karena dalam delapan bulan hasil pengalaman yang saya raih di pertandingan-pertandingan futures," kata dia soal kunci kemenangannya.

Dendam terbalas

Sementara itu, bagi Sunu, kemenangan atas Shahgholi merupakan pembalasan atas kekalahannya pada 2011 di ajang serupa.

Kala itu, Sunu kalah di partai tunggal Grup II Asia/Oseania di Teheran, Iran.

"Saya bisa mengalahkan Shahgholi dengan cara bikin dia terus bergerak," kata Sunu yang lebih muda enam tahun ketimbang Shahgholi yang sudah menginjak usia 34 tahun seusai pertandingan.

"Saya sempat gugup pada awal karena membutuhkan waktu beradaptasi kembali."

Shahgholi tidak dapat menutupi kekecewaan atas kegagalan mengubah keadaan dalam tim yang tertinggal 0-1.

"Harus diakui, Sunu lebih baik bermain ketimbang saya. Saya kesulitan untuk keluar dari tekanan apalagi cuaca demikian panas," kata dia.

Di partai ganda yang berlangsung Sabtu (7/3), berdasarkan undian, Indonesia menempatkan pasangan Christopher Rungkat/David Agung Susanto yang akan berhadapan dengan Anoosha Shahgholi/Amirvala Madanchi. (Gnr/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya