Kota Bogor Sukses Gelar Sundown Marathon 2017

Antara
09/7/2017 15:11
Kota Bogor Sukses Gelar Sundown Marathon 2017
(Sejumlah pelari meluapkan kegembiraan saat menyentuh finis pada ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon 2017 di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/7). ANTARA FOTO/Arif Firmansya)

KOTA Bogor, Jawa Barat, sukses menggelar Mandiri Bogor Sundown Marathon 2017, Minggu (9/7. Lomba ini diikuti lebih dari 1.000 pelari, termasuk dari mancanegara seperti dari Jepang, India, Malaysia, Kanada, dan Kenya.

Kesuksesan ini juga dirasakan oleh dua pelari Singapura mengagumi keindahan dan keramahan warga Kota Bogor, Jawa Barat.

Aileen Ho, 40, dan rekan senegaranya Vincent Yeo mengaku Bogor Sundown Marathon lebih baik daripada Singapura Sundown.

"Bagi saya sangat menyenangkan, lebih bagus dari Singapura," kata Aileen sembari tersenyum.

Aileen dan Vincent mengambil kategori full marathon sepanjang 42 kilometer, dan berlari bersama hampir 700 pesaingnya.

Menurut atlet yang menjadi pemenang ketiga itu, yang disukainya dari Bogor Sundown Marathon ialah udaranya yang sejuk dan masyarakatnya yang ramah.

"Saya suka cuacanya enak untuk lari, dan kontur wilayahnya tidak datar, tidak bikin capek, masyarakatnya juga ramah," kata pelari yang berharap akan mengikuti kegiatan serupa di Bogor. Ia sendiri mengaku sering mengikuti kegiatan lari di Indonesia seperti di Jakarta, dan Yogyakarta beberapa bulan lalu.

Hal senada juga disampaikan oleh Vincent. Namun, ia memberikan sedikit catatan bagi penyelenggara karena tidak menyediakan minuman penyegar bagi para peserta pada umumnya.

"Kami terpaksa membeli minuman isotonik di minimarket, karena kami butuh minuman itu," katanya lagi.

Meski demikian, lanjutnya, di luar itu semua, penyelenggaraan Mandiri Bogor Sundown Marathon 2017 sangat menyenangkan, karena keindahan alam Kota Bogor.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni SMAN 1 Kota Bogor, Reza Agus Syam, menyatakan penyelenggaran Mandiri Bogor Sundown Marathon 2017 berjalan lancar dan sukses.

Lari marathon sudah dimulai dari pukul 01.00 WIB untuk kategori 42K yang diikuti 700 pelari. Selanjutnya pukul 05.00 WIB untuk kategori 21K diikuti 750 pelari, dan pukul 05.30 sampai 06.30 WIB untuk kategori 10K dan 5K diikuti 1.000 lebih pelari.

"Acara berjalan lancar, pelari mengaku mendapatkan kenyamanan berlari, ini menjadi apresiasi buat kami, dan Bogor sangat cocok menjadi city of runners," kata Reza.

Sementara itu, pelari asal Kenya, James Karanja, menjuarai edisi pertama kejuaraan maraton dinihari yang mengambil start dan finis di lokasi pertemuan Presiden Joko Widodo dan Barack Obama yaitu di Kebun Raya Bogor ini.

James masuk finis dengan catatan waktu dua jam 40 menit tiga detik atau unggul cukup jauh dengan rekan senegaranya yang finis di urutan kedua yaitu Dennis Isika yang hanya membuka waktu dua jam 45 menit 45 detik. Sedangkan posisi tiga direbut Saeful Rahman dengan waktu dua jam 55 menit sembilan detik.

Sedangkan untuk nomor marathon 42K putri, pelari Sharfina Sheila Rusada menjadi yang tercepat setelah membukukan waktu tiga jam 53 menit 30 detik. Posisi dua Yeni Wijaya dengan waktu lima jam sembilan menit 16 detik, dan posisi tiga direbut Aileen dengan waktu lima jam 17 menit 38 detik. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya