Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MITOS seringkali seiring sejalan dengan sejarah sepak bola dunia, tidak terkecuali untuk ajang Piala Konfederasi. Dua finalis Timnas Jerman dan Cili dibayangi kutukan menjelang dilangsungkannya partai pamungkas di Stadion Krestovskyi dini hari nanti.
Sejak Piala Konfederasi diperkenalkan pada 1997 silam, tim yang keluar sebagai juara tidak pernah mengulangi prestasi yang sama di pagelaran puncak Piala Dunia yang berlangsung satu tahun kemudian. Brasil dan Prancis menjadi tim yang telah merasakan kutukan tersebut.
Selecao --julukan Brasil-- menjadi tim tersukses menjuarai Piala Konfederasi dengan empat gelar (1997, 2005, 2009, dan 2013). Namun, empat kali pula Brasil menelan pil pahit gagal bersinar di Piala Dunia, terakhir kali saat menjadi tuan rumah edisi Piala Dunia 2014 lalu. Sedangkan, Prancis gagal total pada Piala Dunia 2002 setelah juara dalam turnamen yang mempertemukan juara-juara setiap benua satu tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, arsitek Timnas Jerman Joachim Loew tampaknya tidak terpengaruh mitos tersebut. Pelatih yang membawa der Panzer--julukan Jerman-- juara Piala Dunia 2014 lalu ini tetap menargetkan kepulangan mereka dengan raihan trofi. Bermodalkan skuat mudanya, Loew percaya diri timnya mampu menaklukan juara Copa Amerika ini.
"Mereka sangatlah ambisius dan bercita-cita menjadi bagian tim ini. Di ruang ganti, mereka sangat senang, tapi mereka tahu ada pertandingan yang akan dijalani dan sayang cukup percaya diri mereka dapat melakukannya," ujar Loew.
Pelatih 57 tahun mulai berharap banyak dengan timnya yang didominasi pemain muda dan nama baru. Tapi kemenangan 4-1 atas Meksiko di babak semifinal sudah cukup membuktikan Julian Draxler dan kolega tetap menjadi tim unggulan. Loew pun diprediksi tidak banyak merubah formasi 3-4-2-1 untuk menghadapi Cili.
"Kami berkembang. Semua pertandingan memberikan kami masalah berbeda dan memberikan banyak pengalaman. Kami tahu apa yang diinginkan, mereka berjuang untuk satu dengan lainnya dan secara bersama-sama mereka memenangi dan menjadi tim yang kuat," imbuhnya.
Di sisi lain, sejarah pun masih begitu menguntungkan Jerman. Dalam empat pertarungan terakhir, Jerman mengunci tiga kemenangan dan sekali seri yang terjadi di fase grup turnamen ini. Kemenangan terakhir Cili terjadi 49 tahun lalu, tepatnya saat laga persahabatan pada 1968.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved