Korban Banjir Limapuluh Kota Butuh Pasokan makanan dan Air Bersih

Arga Sumantri
06/3/2017 09:15
Korban Banjir Limapuluh Kota Butuh Pasokan makanan dan Air Bersih
(Petugas Basarnas Kota Pekanbaru dibantu relawan mengangkat bantuan logistik untuk korban banjir dan longsor di Kec. Pangkalan, Kab. Limapuluh Kota, Sumbar, Sabtu (4/3). -- ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

WARGA korban banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota terus menunggu bantuan. Air bersih dan makanan jadi kebutuhan yang paling mendesak.

"Alat berat, mobil tanki air, juga peralatan rumah untuk membersihkan lumpur, dan obat-obatan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keteranganya, Minggu (5/3) malam.

Sutopo mengatakan, sebagian warga kini masih ada di pengungsian. Namun, sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing karena banjir sudah surut.

Sutopo mengatakan, BNPB terus mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota dalam penanganan darurat. Segenap pimpinan BNPB dan personEl tim reaksi cepat juga sudah ada di lokasi bencana.

Koordinasi dengan Pemda juga terus dilakukaan. BPBD beserta unsur lain seperti TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan, masyarakat juga terus melakukan penanganan darurat. BNPB juga telah menyerahkan Rp500 juta sebagai dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat kepada BPBD Kabupaten Limapuluh Kota.

"Bantuan juga terus dikirim ke lokasi bencana," kata Sutopo.

Banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota setelah hujan deras mengguyur pada Jumat (3/3) pagi. BNPB mencatat ada 13 titik longsor dan 12 titik banjir.

Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, dan Sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX. Banjir juga terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban, dan Sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.

Sebanyak enam orang dinyatakan tewas dalam musibah banjir dan longsor itu. Satu di antara korban tewas adalah bayi yang baru berumur dua hari. Sedangkan, ada dua orang yang mengalami luka berat. (MTVN/x-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya