100 Hektare Lahan Pertanian Organik akan Dibuka di Riau

Rudi Kurniawansyah
17/2/2017 20:15
100 Hektare Lahan Pertanian Organik akan Dibuka di Riau
(ANTARA/FB Anggoro)

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan pembukaan lahan pertanian organik seluas 100 ribu hektare di Riau. Jika target itu terealisasi, Mentan optimistis dalam tiga tahun ke depan, Riau bisa menguasai pasar bahan pertanian di Singapura dan Malaysia.

"Di Kabupaten Pelalawan, Riau ini jarak ke Singapura dan Malaysia bisa ditempuh dalam satu jam. Kita buka pertanian organik 100 ribu hektare di sini maka kita bisa suplai ke sana. Ada 30 juta orang di Malaysia dan 5 juta orang di Singapura yang merupakan pasar kita," ungkapnya saat kunjungan kerja di Teknopark Kabupaten Pelalawan, Jumat (17/2).

Dalam sehari itu, Mentan mengunjungi tiga lokasi yaitu panen raya di Kuala Kampar, pusat teknologi atau Teknopark di Kabupaten Pelalawan, serta peninjauan penanaman bibit jagung di kebun sawit Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Amran menjelaskan, saat ini kebutuhan hasil pertanian organik dari kedua negara tetangga itu diimpor dari Vietnam dan Pakistan yang memasok sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Padahal Riau yang menjadi daerah perbatasan mempunyai keuntungan strategis untuk menyediakan kebutuhan pertanian organik bagi kedua negara tersebut.

Apalagi, program pertanian di Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, terbukti berhasil mengurangi angka kemiskinan dengan cukup signifikan.

"Dulu sebelum dibuka pertanian padi dan jagung angka kemiskinan di Pelalawan mencapai 60%. Setelah dibuka pertanian, orang miskin di Pelalawan kini hanya tinggal 10%," tegas Amran.

Sebagai bukti komitmen pemerintah, lanjut Mentan, pihaknya akan mengalokasi dana bantuan reguler sebesar Rp200 miliar untuk 100 ribu hektare pertanian organik di Riau. Belum lagi bantuan yang telah diberikan sebanyak 20 traktor dengan nilai sebesar Rp10 miliar.

"Itu merupakan perintah Bapak Presiden untuk membangun dari pinggiran supaya terjadi pemerataan," ungkapnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya