Lapas Jambi Nyaris Ricuh

Solmi
20/1/2017 16:45
Lapas Jambi Nyaris Ricuh
(thinkstock)

LEMBAGA Pemasyarakatan Kelas II A Jambi, nyaris ricuh akibat aksi protes para napi terkait buruknya pelayanan makanan dan pelayanan kesehatan, Jumat (20/1). Namun, kegaduhan itu berhasil diredam setelah ratusan aparat kepolisian datang ke lokasi.

Dalam aksi yang diwarnai pelemparan botol plastik ke kantor koperasi, para napi menuntut agar mereka diberi kelonggaran mendapatkan pasokan makanan dari keluarga mereka. Selama ini, menurut beberapa napi, mereka ditekan mendapatkan makanan dengan harga mencekik ke bagian koperasi Lapas.

"Silakan diperiksa setiap makanan yang diantarkan keluarga napi. Dari mana kami punya uang jika terus belanja makanan. Pelayanan kesehatan juga kami harapkan diperhatikan," ujar seorang napi yang sempat salat Jumat bersama Gubernur Jambi Zumi Zola di Lapas Jambi, pasca kegaduhan.

Sementara itu, Gubernur Jambi kepada wartawan menyatakan kata syukur karena informasi keributan di Lapas Kelas II A yang dia terima cepat terkendali. Dia meminta para pihak berkompeten termasuk para napi mencarikan solusi terbaik persoalan yang ada di lingkungan Lapas.

"Saya dan pihak Kanwil Kemenkum Jambi sebelumnya pernah mendiskusikan persoalan di Lapas yang sudah overkapasitas. Salah satu masalah mendasar adalah kekurangan personel. Ini harus dicarikan solusinya, karena satu sipir harus mengawasi 100 napi," kata Zumi Zola.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Provinsi Jambi, Bambang Lapala, menegaskan peristiwa yang terjadi di Laps Kelas II A hanya penyampaian apsirasi napi saja. Ia membantah ada kegaduhan dan aksi pengrusakan oleh napi.

Bambang Lapala membenarkan, para napi meminta diperbolehkan menerima kiriman makanan dari keluarga mereka. Dari mediasi yang dilakukan, pihak Kanwil Kemenkum dan Ham menyatakan akan mengaji ulang kebijakan pengiriman makanan yang sebelumnya dilakukan dengan tujuan untuk mencegah penyelundupan narkoba. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya