Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Subdirektorat V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau memeriksa perwakilan PT Bank CIMB Niaga Tbk terkait dugaan pembobolan rekening sejumlah nasabah dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap dua perwakilan dari kantor pusat CIMB Niaga yang berasal dari bagian analis dan legal. Keduanya hadir memenuhi panggilan penyidik sejak Selasa (28/4) pagi dan proses pemeriksaan masih berlangsung. “Akan kami lanjutkan. Sampai sekarang, proses pemeriksaan masih berjalan,” ujar Arif, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan, pemeriksaan berlangsung cukup lama karena penyidik harus menggali keterangan secara rinci untuk mengurai mekanisme dugaan pembobolan rekening tersebut. Menurut dia, sejumlah pertanyaan masih belum tuntas sehingga pemeriksaan berpotensi berlanjut hingga malam hari.
“Pertanyaan masih banyak dan belum selesai, bisa berlangsung hingga malam,” katanya.
Arif menambahkan, pihaknya juga membuka kemungkinan untuk kembali memanggil perwakilan lain dari CIMB Niaga, termasuk dari divisi teknologi informasi (IT) yang hingga saat ini belum memenuhi panggilan penyidik. “Yang hadir baru analis dan legal. Untuk IT belum datang,” ujarnya.
Pemeriksaan terhadap pihak bank dinilai penting untuk melengkapi keterangan yang sebelumnya telah diperoleh dari korban dan pihak kantor cabang di Batam. Penyidik menilai diperlukan penjelasan menyeluruh dari pihak pusat guna mengungkap dugaan celah yang dimanfaatkan dalam kasus ini.
Kasus dugaan pembobolan rekening tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan di Polda Kepri. Sebelumnya, agenda pemeriksaan sempat tertunda karena saksi yang dijadwalkan tidak hadir, sehingga harus dijadwalkan ulang.
Dalam perkara ini, penyidik menangani tiga laporan polisi yang melibatkan lima perusahaan sebagai korban. Total kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah dengan pola kejadian yang serupa.
Kasus pertama dialami PT XSS dengan nilai kerugian sebesar Rp1,86 miliar pada 23 Desember 2025. Selanjutnya, tiga perusahaan lain yakni PT Laras Era Perdana, PT Mustika Mas Sejati, dan PT Ismadi Salam mengalami kerugian sekitar Rp750 juta pada 30 Desember 2025.
Kerugian terbesar dialami PT GMBR yang mencapai Rp3,4 miliar pada Februari 2026. Meskipun terjadi pada waktu yang berbeda, penyidik menemukan indikasi pola yang sama dalam setiap kasus pembobolan rekening tersebut.
Direktur PT XSS, Heru, menyatakan pihaknya tetap optimistis dana perusahaan dapat dikembalikan. Ia menilai kejadian tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian nasabah, melainkan diduga adanya kelemahan pada sistem keamanan perbankan.
“Kami optimistis dana perusahaan bisa kembali. Ini bukan karena kelalaian nasabah, tetapi ada dugaan celah pada sistem keamanan perbankan,” ujar Heru.
Polda Kepri memastikan akan terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah pihak terkait guna mengungkap secara jelas modus yang digunakan serta memastikan perlindungan terhadap nasabah perbankan. (E-2)
Sepanjang 2025, CIMB Niaga Finance mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun atau meningkat 9,31% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,04 triliun.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi keuangan
Data menunjukkan bahwa Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, berada di awal transfer kekayaan antar generasi terbesar dalam sejarah.
Menyusul ramainya perbincangan di media sosial dan pemberitaan, pihak CIMB Niaga akhirnya memberikan tanggapan resmi mereka terkait penggunaan lagu milik Eclat Story yang diklaim tanpa izin.
Tak bisa dipungkiri, pertimbangan menukar uang juga menjadi salah satu persiapan penting agar agenda di negara tujuan tidak terganggu dengan adanya perubahan kurs yang fluktuatif.
Kasus pembobolan rekening dormant Rp204 miliar di salah satu bank BUMN. Ia menilai, kasus tersebut memperlihatkan celah serius dalam sistem pengawasan perbankan.
Pembobol Rekening Dormant Sebanyak Rp204 miliar Terbongkar
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membongkar kasus pembobolan rekening dormant.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved