Satu Genggaman Penakluk Tol, Cerita Keluarga Suryanto Mudik Keliling Jatim Tanpa Panik

Faishol Taselan
29/4/2026 20:57
Satu Genggaman Penakluk Tol, Cerita Keluarga Suryanto Mudik Keliling Jatim Tanpa Panik
Kendaraan roda empat yang didominasi pemilir dari arah Jawa Tengah bagian selatan dan DI Yogyakarta melaju perlahan di Jembatan Lemahireng I Tol Trans Jawa ruas Semarang-Solo Km 441B (kanan), Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026).(Antara)

USAI salat Idulfitri, keluarga Suryanto yang tinggal di Menganti, Gresik, bergegas menuju rumah. Istri dan anaknya sudah menunggu dengan seluruh barang bawaan yang siap dibawa untuk mudik ke Pasuruan, Jawa Timur.

Barang bawaan mereka cukup banyak. Hari itu, perjalanan tidak hanya menuju Pasuruan, tetapi juga akan dilanjutkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Gresik, Kediri, Pacitan, dan Madiun.

“Daerah yang dikunjungi semuanya melewati jalan tol. Saat ke Pasuruan harus melalui Tol Surabaya-Gempol, jika ke Kediri juga lewat Tol Surabaya-Mojokerto,” kata Suryanto.

Ia menambahkan, hampir semua saudara yang dikunjungi tinggal di daerah yang terhubung jalan tol. Karena itu, perjalanan mudik menjadi cukup kompleks, apalagi dengan barang bawaan yang banyak.


Travoy, Aplikasi Wajib Sebelum Berangkat

Saat semua keluarga sudah masuk mobil dan bersiap berangkat, ada satu hal yang tidak pernah dilupakan Suryanto: gadget. Di dalamnya terdapat aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) milik PT Jasa Marga.

Bagi Suryanto, Travoy bukan hanya aplikasi penunjuk jalan, tetapi juga alat untuk memantau kondisi lalu lintas di jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga. Karena itu, sebelum berangkat ia selalu mengecek aplikasi tersebut.

Fitur yang paling sering ia gunakan adalah CCTV dan informasi lokasi rest area. “Dua bagian ini yang tidak pernah lepas dari pengamatan saya,” ujarnya.


Pantau Kepadatan Tol Secara Real Time

Dengan aplikasi Travoy, Suryanto bisa melihat kondisi kepadatan lalu lintas secara real time, terutama di ruas Surabaya-Gempol yang menjadi rute menuju Pasuruan. Saat arus mudik mencapai puncaknya, titik-titik kepadatan terlihat jelas melalui CCTV.

Hanya dengan sekali 'lirik', ia dapat mengetahui ruas jalan yang padat. Dari situ, ia bisa memutuskan untuk mencari jalur alternatif atau berhenti sejenak di rest area hingga kondisi kembali normal.

“Travoy sangat membantu saya dalam memutuskan berangkat sekarang atau tidak. Kalau padat, biasanya saya istirahat dulu di rest area yang juga bisa dilihat di aplikasi,” ungkapnya.


Satu Aplikasi, Banyak Kemudahan di Jalan Tol

Sejak mengunduh Travoy, Suryanto merasakan kemudahan besar. Ia bisa mengetahui kondisi lalu lintas secara real time, lokasi rest area, SPBU, hingga layanan bantuan jika terjadi kendala di jalan tol.

“Hanya dengan satu genggaman, semua kebutuhan di jalan tol terpenuhi. Apalagi Jasa Marga terus memperbarui aplikasi Travoy, ini sangat membantu saat keluar kota,” katanya.

Pengalaman Suryanto menunjukkan efektivitas Travoy sebagai asisten digital selama perjalanan di jalan tol. Ini sekaligus menjadi bentuk inovasi PT Jasa Marga dalam meningkatkan layanan kepada pengguna jalan.


Transformasi Digital Layanan Jalan Tol

PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi layanan berbasis digital melalui aplikasi Travoy sebagai ekosistem informasi jalan tol terintegrasi yang dapat diakses secara real time.

Aplikasi ini menyediakan lebih dari 3.500 kamera CCTV, informasi tarif tol, Traffic Info terkait kondisi lalu lintas terkini termasuk kecelakaan, informasi rest area, layanan derek online (towing), serta resi digital yang mendukung transaksi ramah lingkungan.


Fitur Baru untuk Pengalaman Berkendara Lebih Nyaman

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan pihaknya terus melakukan pembaruan aplikasi Travoy versi Android 4.9.2 dan iOS dengan berbagai inovasi fitur.

“Pembaruan ini menghadirkan Travoy Event, Red Zone untuk titik rawan kecelakaan, serta peningkatan tampilan CCTV yang menyesuaikan kondisi tertentu seperti rekayasa lalu lintas,” jelas Rivan.

Selain itu, tersedia pula layanan pelanggan terintegrasi melalui Call Center 133 dan fitur Chat Us yang dapat diakses 24 jam.


Lonjakan Pengguna Saat Periode Libur Panjang

Menurut Rivan, penggunaan Travoy meningkat signifikan pada periode libur panjang. Pada periode Nataru 2025/2026, jumlah pengguna meningkat dari sekitar 800 ribu menjadi 1,2 juta pengguna.

“Tingginya pemanfaatan ini membantu pengguna mendapatkan informasi lalu lintas secara mandiri,” ujarnya.


Catatan Akademisi: Perlu Adaptif dengan Masa Depan

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Dr. Imron Mawardi, menilai Travoy sebagai solusi efektif bagi pengguna jalan tol dan juga menguntungkan secara ekonomi bagi PT Jasa Marga.

Namun, ia menekankan pentingnya pembaruan berkelanjutan seiring perkembangan infrastruktur dan teknologi jalan tol.

Ia juga menyarankan penambahan fitur untuk kendaraan listrik, khususnya informasi stasiun pengisian daya (charging station).

“Jangan hanya fokus pada BBM, kendaraan listrik adalah masa depan,” katanya.


Menuju Ekosistem Perjalanan Digital Masa Depan

Dengan berbagai fitur tersebut, Travoy berhasil mengubah kompleksitas perjalanan mudik menjadi lebih aman, nyaman, dan terencana melalui integrasi informasi jalan tol yang akurat dan mudah diakses. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
  • Lebih Dari 1,4 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek

    29/3/2025 16:06

    Sebanyak 1.438.380 kendaraan meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) pada H-10 sampai H-3 libur Idul Fitri 1446 H atau selama, 21-28 Maret 2025.