Tuntut Penghapusan Barcode Solar, Ratusan Sopir Truk Lumpuhkan Jalur Sidoarjo-Surabaya

Heri Susetyo
29/4/2026 18:35
Tuntut Penghapusan Barcode Solar, Ratusan Sopir Truk Lumpuhkan Jalur Sidoarjo-Surabaya
aksi unjuk rasa ratusan pengemudi truk se-Jawa Timur di Sidoarjo, Rabu (29/4/2026) yang menuntut penghapusan sistem barcode dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar.(MI/Heri Susetyo)

ARUS lalu lintas yang menghubungkan wilayah Sidoarjo menuju Surabaya lumpuh total selama kurang lebih empat jam pada Rabu (29/4) pagi hingga siang. Kondisi ini dipicu oleh aksi unjuk rasa ratusan pengemudi truk se-Jawa Timur yang menuntut penghapusan sistem barcode dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar.

Massa yang diperkirakan berjumlah sedikitnya 200 orang tersebut memulai aksi dengan melakukan konvoi menggunakan armada truk mereka. Titik kumpul massa berada di Pasar Puspa Agro, Taman, Sidoarjo, sebelum bergerak menuju Kantor Pertamina di kawasan Jagir Wonokromo, Surabaya.

Akibat volume kendaraan besar yang memenuhi seluruh badan jalan, akses utama di kawasan Taman, Sidoarjo, mengalami stagnasi. Kemacetan tidak hanya terjadi di jalan arteri, namun juga berdampak signifikan pada akses keluar jalan tol di kawasan Waru, Sidoarjo.

Meski puluhan personel kepolisian dari Polresta Sidoarjo, Polrestabes Surabaya, dan PJR Polda Jatim telah disiagakan untuk mengawal jalannya aksi, petugas kesulitan mengurai kepadatan. Hal ini disebabkan oleh barisan truk peserta demo yang menutup hampir seluruh lajur jalan selama proses konvoi berlangsung.

Aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan para pengemudi truk terhadap kebijakan pendistribusian BBM bersubsidi. Mereka mengaku sistem barcode yang diterapkan saat ini justru menyulitkan mobilitas mereka di lapangan.

"Kami menuntut agar sistem barcode untuk pengisian Solar di SPBU dihapus. Masalahnya, barcode sering terblokir dan kami menjadi sangat sulit untuk mendapatkan Solar," ujar Miftachul, perwakilan pengemudi truk Jawa Timur, saat ditemui di sela-sela aksi.

Para pengemudi menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti dalam satu hari. Berdasarkan rencana koordinasi lapangan, demonstrasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis siang besok.

Massa mengancam akan terus melakukan aksi serupa hingga pihak Pertamina maupun pemerintah memberikan solusi konkret terkait penghapusan atau pembenahan sistem barcode yang dianggap memberatkan para pelaku jasa transportasi logistik tersebut. (HS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya