Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) terus berbenah menyesuaikan diri dengan kemajuan dan kebutuhan zaman. Semangat ini sejalan dengan pesan penulis ternama India, Shakuntala Devi, yang menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan upaya memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan.
Menjawab tantangan zaman tersebut, universitas yang dikenal sebagai Jantoeng Hate masyarakat Aceh ini resmi membuka Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI). Pendaftaran mahasiswa baru untuk prodi ini mulai dibuka melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN Barat) tahun 2026.
Pembukaan Prodi Hubungan Internasional ini dilakukan menyusul terbitnya Surat Keputusan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi Nomor 39/AK.03.02/2025. Secara administratif, program studi ini berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USK.
Untuk angkatan pertama, USK menyediakan daya tampung sekitar 80 mahasiswa program sarjana. Lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat yang memiliki minat di bidang diplomasi dan isu global dipersilakan mendaftarkan diri sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Rektor USK, Profesor Mirza Tabrani, menyatakan bahwa kehadiran Prodi Hubungan Internasional merupakan langkah strategis untuk menjawab kompleksitas kebutuhan global sekaligus memperkuat posisi USK di kancah internasional.
"Dinamika global menuntut perguruan tinggi menyiapkan SDM yang tidak hanya memahami hubungan antarnegara, tetapi juga mampu berkontribusi dalam diplomasi, kerja sama internasional, dan penyelesaian konflik global," ujar Prof. Mirza kepada Media Indonesia, Selasa (28/4).
Rektor lulusan Doctor of Business Administration (DBA) dari Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut menambahkan bahwa prodi ini adalah bentuk komitmen USK untuk melahirkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
Pihak universitas mengajak calon mahasiswa yang memiliki minat besar pada isu-isu internasional untuk memanfaatkan peluang masuk melalui jalur SMMPTN Barat. Dengan dukungan tenaga pengajar kompeten dan kurikulum yang relevan, USK optimistis prodi ini akan menjadi salah satu program unggulan di masa depan.
"Kami berharap Prodi Hubungan Internasional ini akan melahirkan generasi muda yang mampu tampil di kancah dunia dengan tetap membawa identitas lokal Aceh dan Indonesia," pungkas Prof. Mirza Tabrani. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved