Disiplin Tinggi Harus Terkelola, Cegah Senioritas dan Kekerasan

Faishol Taselan
28/4/2026 22:16
Disiplin Tinggi Harus Terkelola, Cegah Senioritas dan Kekerasan
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha.(MI/Faishol Taselan)

SISTEM pendidikan berbasis disiplin tinggi jika tidak dikelola dengan baik mendatangkan adanya potensi risiko, seperti munculnya senioritas yang berlebihan, tekanan yang tidak terkontrol, hingga penyimpangan berupa kekerasan harus menjadi perhatian serius.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, saat Kuliah Umum di Kampus Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Selasa (28/4) menegaskan  pembinaan harus tetap berada dalam koridor pendidikan yang berbasis disipilin tinggi, seperti halnya di Akademi Angkatan Laut (AAL).

Ia menyoroti tantangan sosial dalam proses pembinaan, khususnya terkait potensi kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan. “Kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, sosial, maupun digital, adalah penyimpangan dari tujuan pendidikan,” katanya.

Faktor seperti budaya senioritas, katanya,  merupakan tradisi yang keliru, serta kurangnya empati menjadi pemicu utama munculnya tindakan tersebut. Dampak kekerasan, lanjutnya, tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mental, prestasi akademik, hingga kehidupan sosial korban.

“Kekerasan bukan bagian dari pendidikan. Justru itu merusak tujuan pendidikan itu sendiri,” tegasnya.

PENDIDIKAN IDEAL
Achmad menekankan bahwa pendidikan yang ideal harus mampu menyeimbangkan antara ketegasan dan nilai kemanusiaan. Disiplin dan ketegasan tetap penting, tetapi harus dijalankan dalam koridor yang mendidik, bukan menekan. 

“Kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan, kepemimpinan dibangun melalui keteladanan dan interaksi nyata. Keteladanan adalah bagian dari pendidikan itu sendiri,” katanya.

Ditegaskan, masa depan TNI AL tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik dan strategi, tetapi juga oleh kualitas karakter para perwiranya. Dan melihat saat ini maka TNI AL dapat menjadi bagian terdepan dalam profesonalisme dan karakter mulia

Pentingnya integrasi pendidikan dalam membentuk perwira TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara karakter, menjadi sorotan dalam kuliah umum di Akademi TNI Angkatan Laut (AAL).

“Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi bagaimana membentuk karakter, sikap, dan tanggung jawab seseorang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Dalam paparannya, Achmad Tjachja mengatakan,  pendidikan sejatinya merupakan proses membentuk manusia secara utuh. Pendidikan harus menjadi perpaduan antara ilmu dan karakter. Keberhasilan pendidikan, menurutnya, tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari integritas dan kepribadian individu.

 “Pendidikan adalah integrasi antara ilmu dan karakter. Hasil akhirnya adalah manusia yang cerdas, berkarakter, dan memiliki makna dalam hidupnya,” jelasnya.(E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya