54 Warga Mukomuko Bengkulu Digigit Hewan Penular Rabies sepanjang 2026

Marliansyah
27/4/2026 17:07
54 Warga Mukomuko Bengkulu Digigit Hewan Penular Rabies sepanjang 2026
Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu.(Dok. MI)

SEBANYAK 54 warga Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dilaporkan menjadi korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) sepanjang triwulan pertama tahun 2026. Angka ini memicu kekhawatiran serius mengingat risiko fatalitas penyakit rabies jika tidak ditangani secara medis dengan cepat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Hamdan, mengungkapkan bahwa puluhan warga tersebut harus segera dilarikan ke pusat kesehatan untuk mendapatkan penanganan intensif sejak Januari hingga Maret 2026.

"Grafik kasus tertinggi terjadi di pembukaan tahun. Kami terus merinci fluktuasi laporan yang masuk selama triwulan pertama ini sebagai dasar langkah mitigasi," ujar Hamdan di Bengkulu, Senin (27/4).

Data Sebaran Kasus Gigitan

Berdasarkan data rekapitulasi resmi, akumulasi 54 kasus tersebut tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Mukomuko dengan rincian sebagai berikut:

  • Januari: 23 kasus (puncak kasus)
  • Februari: 16 kasus
  • Maret: 15 kasus

Meskipun tren menunjukkan sedikit penurunan pada bulan Maret, Hamdan menegaskan bahwa angka belasan kasus per bulan tetap merupakan ancaman nyata. "Ini harus diwaspadai secara kolektif, baik oleh warga maupun pemilik hewan peliharaan," imbuhnya.

Ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR)

Guna meredam kepanikan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko memastikan persediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) dalam kondisi aman. Vaksin ini merupakan senjata utama untuk menetralisir virus sebelum menyerang sistem saraf korban.

Saat ini, distribusi vaksin telah dilakukan secara merata ke titik-titik krusial yang berfungsi sebagai rabies center.

Langkah Pertolongan Pertama

Selain kesiapan medis, edukasi mengenai pertolongan pertama menjadi kunci keselamatan jiwa. Masyarakat diimbau untuk segera melakukan langkah mekanis jika terkena gigitan.

Pertama adalah segera cuci luka menggunakan sabun di bawah air mengalir selama 10-15 menit. Langkah sederhana ini efektif meluruhkan virus sebelum masuk ke pembuluh darah. Kedua, jangan menggunakan metode tradisional yang tidak teruji secara medis. Ketiga, laporkan kejadian ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan VAR.

Masyarakat juga diminta aktif memantau perilaku hewan di lingkungan sekitar. Ciri-ciri hewan terinfeksi rabies meliputi perubahan perilaku drastis, menjadi sangat agresif, takut cahaya (fotofobia), mengeluarkan air liur berlebih, atau menyerang benda apa pun di sekitarnya secara membabi buta. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya