Peluang Pemasaran Produk UMKM ke Luar Negeri Semakin Terbuka

Ardi Teristi Hardi
27/4/2026 15:42
Peluang Pemasaran Produk UMKM ke Luar Negeri Semakin Terbuka
VP Head of Sales Ninja Xpress, M Yan Mallino.(MI/Ardi Teristi)

BANYAK warga negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri membutuhkan barang-barang yang diproduksi di Indonesia. Peluang pemasaran produk-produk Indonesia untuk merambah pasar Internasional semakin terbuka.

VP Head of Sales Ninja Xpress, M Yan Mallino menyebut, Indonesia memiliki sekitar 30,19 juta unit UMKM, yang menyumbang lebih dari 61% PDB nasional. Pemerintah bersama berbagai lembaga terus mendorong digitalisasi dan ekspor UMKM. Bahkan, Bank Indonesia mencatat pangsa ekspor non-migas oleh UMKM sebesar 15,7% pada 2024 dan menargetkannya terus meningkat. 

"Selaras dengan tren global, baru saja membuka lebih dari 40 jalur internasional baru, siap mendukung pelaku UMKM Indonesia berekspansi ke pasar global," terang dia di Sleman City Hall, Minggu (26/4). 

Ekspansi ini mencakup rute baru ke Asia Pasific seperti Jepang, Hong Kong, juga Timur Tengah, serta beberapa negara Eropa Barat, seperti Inggris, Jerman, dan Prancis dan Amerika.

Ia menambahkan, salah satu kota yang sudah dikenal sebagai pusat industri kreatif adalah Yogyakarta. Untuk itu, melalui ekspansi ini, pihakknya membantu  UMKM Yogyakarta agar naik kelas dengan memperluas jangkauan pengiriman produk-produk mereka ke luar negeri.

"Dengan ribuan pelaku usaha di sektor kerajinan, fesyen, kuliner, hingga produk kreatif, Yogyakarta telah lama menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal berbasis komunitas," ungkap dia.

Data menunjukkan bahwa UMKM di Yogyakarta terus mengalami pertumbuhan positif, didorong oleh ekosistem pendidikan, pariwisata, serta adopsi digital yang semakin luas. Karakter produk yang kuat secara budaya dan storytelling menjadikan banyak UMKM Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional. 

"Untuk itu, kami memilih Yogyakarta sebagai lokasi peluncuran layanan Ninja Cross Border “From Indonesia to the World”, sebuah langkah strategis untuk mendorong UMKM lokal naik kelas dan menjangkau pasar global," imbuh dia.
 
LAYANAN BORDER CROSS
Layanan Cross Border dirancang untuk menyederhanakan proses ekspor bagi pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga brand yang sedang berkembang melalui sistem logistik yang efisien, transparan, dan mudah diakses.

Beberapa negara tujuan utama meliputi Malaysia, Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta berbagai negara di Eropa seperti Inggris Raya, Jerman, Prancis, dan Belanda. 

"Dengan ini, biaya lebih efisien dengan standar layanan premium sehingga pelaku usaha dapat melakukan pengiriman lintas negara tanpa kompleksitas operasional yang tinggi," ungkap dia. 

Ia mencontohkan, pengiriman internasional kini semakin terjangkau, dengan tarif mulai dari Rp35.000 untuk rute tertentu seperti Malaysia, serta estimasi waktu pengiriman yang kompetitif mulai dari 3 hari. 

Layanan ini mensyaratkan minimum volume pengiriman, sehingga pelaku usaha dapat mulai melakukan ekspor dari skala kecil (mulai dari 0,5 kg). "Kami menyediakan dukungan logistik secara menyeluruh, mulai dari penjemputan barang hingga pengiriman ke alamat tujuan, termasuk pengurusan bea cukai untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar," ungkap dia.

Untuk memastikan kelancaran pengiriman internasional, pengirim diwajibkan mematuhi ketentuan yang berlaku di negara tujuan, termasuk menghindari pengiriman barang terlarang. Pengirim harus melengkapi dokumen yang diperlukan seperti invoice dan MSDS.  "Dengan ini, peluang baru bagi UMKM untuk memperluas jangkauan bisnisnya  ke pasar internasional semakin terbuka," tutup dia. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya