Disdik Sorong Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan Digital Lewat Program Duta SMA 2026

Martinus Solo
26/4/2026 21:50
Disdik Sorong Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan Digital Lewat Program Duta SMA 2026
Dinas Pendidikan Kota Sorong melakukan Sosialisasi Duta SMA Tahun 2026.(Dok.Istimewa)


UPAYA membentuk generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berkarakter terus dilakukan Dinas Pendidikan Kota Sorong. Salah satunya melalui Sosialisasi Duta SMA Tahun 2026 yang digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (26/4). 

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seleksi, melainkan juga ruang pembinaan awal bagi pelajar untuk mengambil peran sebagai agen perubahan di era digital.

Sebanyak 100 siswa kelas X dan XI dari 10 SMA di Kota Sorong mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dipersiapkan untuk menjadi representasi pelajar yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan produktif, sekaligus berkontribusi dalam membangun budaya digital yang sehat di kalangan generasi muda.

Ketua Panitia Pelaksana, Andarias Rombe, menegaskan bahwa Duta SMA bukan hanya simbol prestasi, melainkan memiliki fungsi strategis dalam ekosistem pendidikan. Menurutnya, pelajar yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks.

“Peserta diharapkan dapat menginisiasi berbagai kegiatan edukatif seperti diskusi sebaya, literasi digital, hingga gerakan positif di media sosial yang mengangkat nilai-nilai toleransi dan saling mendukung,” ujar Andarias dalam laporannya.

Ia menambahkan, di tengah pesatnya arus informasi, pelajar memiliki posisi penting sebagai “peer influencer” atau teladan sebaya. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan komunikatif, Duta SMA diharapkan mampu menyuarakan penolakan terhadap berbagai bentuk perundungan, eksploitasi digital, serta penyebaran konten negatif yang kerap menyasar kalangan remaja.

DINILAI EFEKTIF
Pendekatan berbasis peran sebaya ini dinilai efektif karena pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dibandingkan pendekatan formal dari institusi. Oleh karena itu, pembekalan yang diberikan dalam kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan literasi digital.

Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Azzah Syahla Kalisa Sudaryanto dari SMA Peradaban Al-Izzah dan Bilal Abiyyu Ismail dari SMA Averos Kota Sorong. Keduanya merupakan Duta SMA Tahun 2025 yang berhasil melaju hingga tingkat nasional mewakili Papua Barat Daya.

Kehadiran mereka memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai peluang yang dapat diraih melalui program ini. Selain menjadi ajang pengembangan diri, Duta SMA juga membuka akses jejaring nasional serta pengalaman berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

PENTINGNYA PERAN PELAJAR
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong, Kepala Bidang PAUD, Dessy S. Djitmau, menekankan pentingnya peran pelajar sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan sekolah.

“Kalian adalah anak-anak hebat yang akan menjadi motivasi bagi adik-adik kalian. Ikuti kegiatan ini dengan baik, dengarkan materi yang disampaikan, lalu terapkan di lingkungan sekolah masing-masing,” ujar Dessy.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam program Duta SMA tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan. Pengalaman yang diperoleh selama proses seleksi dan pembinaan dinilai akan membekali siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Lebih jauh, Dessy menyebut bahwa keberhasilan siswa di tingkat nasional nantinya tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan di Kota Sorong secara keseluruhan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi bagaimana kalian bisa menunjukkan kemampuan dan menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.

STRATEGI PENDIDIKAN
Program Duta SMA sendiri menjadi bagian dari strategi pendidikan yang lebih luas dalam merespons transformasi digital. Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, sekolah tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai tempat belajar formal, tetapi juga harus mampu membentuk karakter digital siswa.

Melalui program ini, pelajar didorong untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen konten yang edukatif dan inspiratif. Mereka diharapkan mampu memanfaatkan platform digital sebagai sarana kampanye nilai-nilai positif, seperti toleransi, empati, dan kolaborasi.

Selain itu, program ini juga menjadi upaya preventif terhadap berbagai risiko di dunia digital, seperti cyberbullying, hoaks, hingga konten yang tidak sesuai dengan usia pelajar. Dengan keterlibatan aktif siswa sebagai agen perubahan, diharapkan tercipta lingkungan digital yang lebih sehat dan aman.

Kegiatan Sosialisasi Duta SMA 2026 ini berlangsung selama satu hari dan dibuka secara resmi melalui penabuhan tifa, simbol budaya yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan. Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa penguatan karakter dan literasi digital dapat berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai lokal.

Ke depan, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi pelajar Sorong yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, beretika, dan mampu beradaptasi di tengah dinamika era digital yang terus berkembang. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya