Mega Proyek Giant Sea Wall Mulai Dibangun dari Tuban hingga Gresik

Faishol Taselan
24/4/2026 18:49
Mega Proyek Giant Sea Wall Mulai Dibangun dari Tuban hingga Gresik
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MEGA proyek strategis nasional (PSN) Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa akan dibangun di wilayah Jawa Timur. Tahap awal dilakukan mulai Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Gresik.

“Kini progres pembangunan proyek itu masih dalam tahap penelitian dan asesmen,” kata Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Ashaf usai bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (18/4).

Menurutnya, rencananya Tanggul Laut Raksasa itu akan dibangun di tengah laut dan berjarak sekitar 4-6 kilometer dari sepanjang bibir pantai utara (Pantura). Kini sedang dilaksanakan penelitian dan asesmen. 

“Bagaimana nanti wujudnya, kita lihat saja nanti. Yang pasti dibangun di tengah laut sekitar 4 sampai 6 kilometer di bibir pantai,” ujarnya.
Pemerintah belum bisa memastikan lamanya proses penelitian tersebut. Namun, Herdiawan memastikan pembangunan bakal segera dilaksanakan sesudah tahapan asesmen selesai.

“Setelah selesai semua baru kita siapkan karena ada dua program di dalamnya. Ada groundbreaking program, ada ground breaking infrastruktur. Harus berjalan bersama-sama,” tuturnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur Isa Anshori menjelaskan, tujuan pembangunan Tanggul Laut Raksasa untuk mengurangi abrasi sampai banjir rob di wilayah pesisir.

Menurutnya, program ini untuk menjaga keberlangsungan hidup dan aktivitas masyarakat di kawasan bibir pantai seiring dengan kondisi meningginya permukaan air laut karena faktor perubahan iklim.

“Itu adalah salah satunya untuk mengurangi abrasi, kemudian juga banjir rob dan lain sebagainya. Sehingga terutama yang di luar kita seperti Semarang yang selalu banjir itu, itu mungkin prioritas pertama. Nanti kalau di tempat kita itu Tuban, Lamongan, dan Gresik,” ujarnya. 

Isa menyebut pembangunan Tanggul Laut Raksasa tidak sepenuhnya menggunakan dinding beton. Namun di sebagian wilayah bakal memanfaatkan tanaman mangrove sebagai dinding penghalang untuk menjaga ekosistem kawasan setempat.

“Konsepnya itu tidak semuanya berbentuk fisik seperti dinding penghalang gitu. Ada beberapa itu menggunakan mangrove sebagai sea wall-nya untuk mempertahankan kondisi ekosistem yang ada yang sudah terbangun,” jelasnya.

Megaproyek tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi, dan rencananya lama pembangunan bakal dipersingkat jadi 15 tahun dari semula 20 tahun. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya