Tiga Peserta Tunanetra Ikut UTBK-SNBT di USK Banda Aceh

Amiruddin Abdullah Reubee
23/4/2026 23:15
Tiga Peserta Tunanetra Ikut UTBK-SNBT di USK Banda Aceh
Tiga peserta tunanetra mengikuti UTBK-SNBT 2026 di Universitas Syiah Kuala, Kamis (23/4).(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

KAMPUS Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, terus membangun kesetaraan akses pendidikan, kemandirian dan kenyamanan kuliah bagi mahasiswa disabilitas netra dan rungu. Ini tentu diwujudkan melalui sarana fisik seperti Guiding block, materi pembelajaran aksesibel (Braille/audio), teknologi asistif (aplikasi JAWS), serta unit layanan disabilitas. 

Untuk tahun ini misalnya, ada tiga peserta tunanetra mengikuti pelaksanaan ujian UTBK-SNBT 2026 di Universitas Syiah Kuala. Tiga peserta itu adalah termasuk diantara 12.648 peserta yang ikut tes UTBK-USK di Kampus Darussalam. 

Ujian khusus bagi peserta cacat penglihatan itu berlangsung pada Kamis (23/4) di Fakultas MIPA Blok C Lantai 1 ruang Matematika Terapan, Kampus USK Darussalam, Banda Aceh

Ketiga peserta itu mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarka  Tes (UTBK-SNBT) di lokasi yang sama, sesuai penempatan yang telah ditentukan panitia. 

Untuk bahan perlengkapan, mereka disediakan berbagai fasilitas khusus guna memastikan proses ujian berjalan lancar dan adil bagi seluruh peserta, termasuk peserta tunanetra. 

Diantar fasilitas khusus itu adalah tersedia pendampingan selama ujian. Lalu penyesuaian teknis pelaksanaan ujian, serta dukungan aksesibilitas sesuai kebutuhan peserta.

Rektor USK, Profesor Mirza Tabrani, melalui Media Indonesia, Kamis (23/4) menyampaikan, penyelenggaraan ujian bagi peserta berkebutuhan khusus merupakan bagian dari komitmen kampus. Itu dalam rangka memberikan kesempatan setara bagi semua calon mahasiswa.

“Universitas Syiah Kuala berupaya memastikan setiap peserta, tanpa terkecuali, memperoleh akses yang sama dalam mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Pelayanan bagi peserta tunanetra telah kami siapkan secara optimal agar mereka dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan maksimal,” tutur Mirza Tabrani.

Dikatakan Mirza, selain fasilitas teknis, pihaknya mengimbau seluruh peserta supaya hadir lebih awal sebelum ujian dimulai. Guna menghindari kendala administratif dan teknis di lokasi.

Bagi peserta berkebutuhan khusus, koordinasi dengan panitia dilakukan sejak sebelum pelaksanaan ujian. Lalu memastikan seluruh kebutuhan dapat terpenuhi.

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di USK diharapkan tidak hanya menjadi ajang seleksi akademik, tetapi juga mencerminkan semangat inklusivitas dan kesetaraan dalam dunia pendidikan tinggi.

Menurut Prof Mirza, Universitas yang dinahkhodai dirinya, terus berkomitmen menghadirkan lingkungan kampus ramah bagi semua kalangan. Itu termasuk penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Adapun Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Profesor Mustanir, meminta kepada seluruh mahasiswa, dosen dan warga kampus negeri terbesar di ujung barat Sumatra itu untuk menepati para disabilitas cacat netra, tuna rungu atau lainnya pada posisi setara dengan yang lain. 

Pasalnya semua individu memiki hak yang sama dan harus dihormati atau dihargai atas apa sudah dimiliki. Lebih penting lagi adalah mengayomi dan melindungi antar sesama. 

"Kita mensyukuri atas anugerah ilahi. Dan kita meningkatkan apa yang telah ada," tutur Mustanir.

Sesuai penelusuran Media Indonesia, selain tiga peserta disabilitas tunanetra, sebelumnya pada Rabu (23/4), juga 10 peserta tuna rungu juga mengikuti UNBK-UTBK di Universitas. (MR) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya