Bupati Garut Pastikan Pendampingan Psikologis Anak Korban Pelecehan Seksual

Media Indonesia
22/4/2026 23:03
Bupati Garut Pastikan Pendampingan Psikologis Anak Korban Pelecehan Seksual
Ilustrasi.(freepik)

BUPATI Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam menangani kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur. Ia memastikan para korban saat ini telah mendapatkan pendampingan psikologis intensif untuk mencegah trauma berkepanjangan.

"Untuk pemulihan anaknya itu, sudah, menggunakan psikolog," ujar Abdusy Syakur Amin di Garut, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).

Bupati menjelaskan bahwa dirinya telah menerima laporan mendalam terkait tindak pidana kekerasan seksual tersebut. Saat ini, kasus tersebut ditangani secara kolaboratif oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Garut.

Sebagai langkah konkret, petugas khusus telah diterjunkan untuk mendatangi kediaman keluarga korban. Langkah ini diambil guna memastikan pendampingan berjalan maksimal agar korban dapat kembali beraktivitas secara normal di lingkungan sosialnya.

"Saya sudah minta ke DP2KBP3A secara khusus, mereka sudah datang ke rumah keluarga korban, dan sudah ada follow up-nya," tegas Bupati.

Dua Kasus Menonjol di Tarogong Kidul dan Cibalong

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua kasus kekerasan seksual menonjol yang sedang ditangani. Kasus pertama terjadi di Kecamatan Tarogong Kidul dengan tersangka merupakan ayah kandung korban. Sementara kasus kedua terjadi di Kecamatan Cibalong dengan tersangka seorang pria lanjut usia.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Garut telah bergerak cepat dengan menahan para tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dalam Mata Uang Rupiah dan kepastian hukum yang berlaku.

Bupati Abdusy Syakur juga menginstruksikan jajarannya untuk lebih masif melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual ke seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah lain.

"Saya juga sampaikan ke mereka (dinas), harus lebih intens lagi dalam sosialisasikan mengenai potensi terjadinya kekerasan seksual," pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya