Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini 22 April 2026 : Pagi Cerah, Siang Malam Hujan

Hendri Kremer
22/4/2026 17:37
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini 22 April 2026 : Pagi Cerah, Siang Malam Hujan
Kondisi perairan Batam pagi ini terlihat tenang dengan langit cerah berawan sebelum potensi hujan turun siang nanti.(Hendri Kremer/MI)

PRAKIRAAN cuaca Batam hari ini 22 April 2026  mengalami perubahan signifikan antara pagi dan siang hari. Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, kondisi pagi cenderung cerah berawan, namun berpotensi berubah menjadi hujan pada siang hingga malam hari.

Prakirawan dari BMKG Jang Nadim menjelaskan bahwa peningkatan suhu permukaan sejak pagi hari memicu terbentuknya awan konvektif. Kondisi ini diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi, sehingga peluang terjadinya hujan pada siang hingga sore semakin besar.

“Hujan yang terjadi umumnya berkategori ringan hingga sedang, namun tidak menutup kemungkinan disertai petir di beberapa wilayah,” katanya, Rabu (22/4).

Suhu udara di Batam hari ini diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 70 hingga 95 persen. Pola ini umum terjadi pada masa peralihan musim, di mana perubahan cuaca berlangsung cukup cepat dalam satu hari.

Untuk aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Hang Nadim, kondisi pagi hari dinilai masih relatif aman dengan jarak pandang yang baik. Namun, potensi hujan pada siang hingga malam hari tetap perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi jadwal penerbangan.

Sementara itu, nelayan di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Batam mengaku mulai menyesuaikan aktivitas melaut dengan kondisi cuaca di Batam yang tidak menentu. Pola pagi cerah dan siang hujan dinilai cukup menyulitkan.

Salah seorang nelayan setempat Tolo, 45, mengatakan mereka kini lebih berhati-hati sebelum melaut.

“Kalau pagi memang masih aman, tapi siang biasanya angin mulai kencang dan hujan turun. Kami jadi harus cepat pulang atau bahkan batal melaut,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup berisiko, terutama bagi nelayan kecil yang menggunakan perahu tradisional.

“Kalau cuaca sudah tidak menentu, lebih baik tidak melaut. Gelombang bisa tinggi dan bahaya untuk perahu kecil,” tambahnya.

Nelayan lainnya juga menyebutkan bahwa perubahan cuaca di Batam yang cepat turut berdampak pada hasil tangkapan ikan yang cenderung menurun.
BMKG mengimbau masyarakat, termasuk nelayan, agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.  Warga disarankan membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan serta memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas di luar ruangan maupun di laut. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya