KEK Industropolis Batang Siapkan Pelabuhan Darat Berbasis Rel KA

Supardji Rasban
22/4/2026 07:52
KEK Industropolis Batang Siapkan Pelabuhan Darat Berbasis Rel KA
Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) para pihak bersalaman saling kepal tangan kompak.(MI/Supardji Rasban)

KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat tulang punggung logistik nasional. Melalui kolaborasi dengan sejumlah BUMN dan mitra strategis, kawasan ini akan membangun fasilitas pelabuhan darat atau dryport berbasis rel kereta api (KA).

Langkah besar ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan PT Kereta Api Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang. Prosesi penandatanganan berlangsung di Ballroom Gedung Pengelola kawasan pada Selasa (21/4/2026).

Transformasi Menjadi Simpul Logistik Nasional

Kerja sama ini menandai era baru bagi KEK Industropolis Batang. Kawasan ini tidak lagi hanya berfokus pada sektor manufaktur, tetapi juga bertransformasi menjadi simpul distribusi dan logistik yang terintegrasi. Kehadiran dryport berbasis rel dirancang khusus untuk mengatasi persoalan klasik logistik di Indonesia: tingginya biaya distribusi dan lamanya waktu tempuh barang.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa dryport ini akan mendekatkan layanan pelabuhan langsung ke jantung industri. "Proses logistik bisa dilakukan lebih dekat dengan sumber produksi. Ini akan mempercepat arus barang sekaligus meningkatkan konektivitas dengan jaringan pelabuhan global," ungkap Achmad.

Dengan konsep ini, barang dari para tenant industri dapat langsung diangkut menggunakan kereta api menuju pelabuhan tanpa harus terhambat oleh kepadatan jalur darat atau jalan raya.

Daya Saing Investasi Global

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, optimistis bahwa infrastruktur logistik modern ini akan menjadi magnet bagi investor asing. Menurutnya, keberadaan dryport tidak hanya soal efisiensi pengiriman, tetapi juga tentang menciptakan peluang ekonomi baru dan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa ekosistem yang efisien adalah kunci memenangkan persaingan investasi global. "Investor saat ini mencari kawasan yang mampu menjamin kelancaran distribusi. Integrasi logistik adalah jawabannya," kata Ngurah.

Timeline Pengembangan Dryport KEK Batang:
  • 2026: Finalisasi konsep dan studi kelayakan (feasibility study).
  • 2027 - 2028: Pembangunan infrastruktur fisik dan integrasi sistem.
  • Pasca 2028: Operasional bertahap sesuai kebutuhan pasar dan pertumbuhan tenant.

Visi Jangka Panjang

Proyek ini diproyeksikan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai hub industri dan logistik terintegrasi yang menghubungkan produksi, distribusi darat, dan akses pelabuhan dalam satu sistem yang berkelanjutan.

Didukung penuh oleh pemerintah pusat melalui Kemenko Perekonomian dan kolaborasi lintas BUMN, proyek dryport ini diharapkan mampu menjawab tantangan efisiensi rantai pasok global sekaligus memposisikan Batang sebagai titik krusial dalam peta industri nasional di masa depan. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya