Darurat Tuberkolosis, Indonesia Peringkat 2 Kasus TBC Tertinggi di Dunia

Akhmad Safuan
22/4/2026 00:30
Darurat Tuberkolosis, Indonesia Peringkat 2 Kasus TBC Tertinggi di Dunia
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus meninjau langsung kegiatan Tracing TB Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Balai Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati Selasa (21/4/2026).(MI/Akhmad Safuan )

INDONESIA kini berada dalam kondisi darurat penyakit tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data Global TB Report WHO 2024, Indonesia masih menempati peringkat kedua di dunia dengan kasus TBC terbanyak, hanya berada di bawah India dan melampaui Tiongkok serta Filipina.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya penanganan dan pemberantasan. Berdasarkan data yang diterima Media Indonesia pada Selasa (21/4), Kementerian Kesehatan mencatat temuan kasus TBC di Indonesia mencapai 889.000 kasus hingga Maret lalu. Tingginya angka ini mendorong percepatan penanggulangan melalui peningkatan layanan skrining di berbagai daerah.

Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pemberantasan TBC merupakan salah satu agenda utama dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Tuberkulosis di Indonesia masih tinggi dan menempati peringkat 2 dunia. Oleh karena itu, pemberantasan penyakit TB menjadi salah satu prioritas utama pemerintah saat ini," ujar Benjamin saat meninjau kegiatan Tracing TB Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Balai Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (21/4).

Benjamin mengungkapkan, Presiden menginstruksikan agar kasus TBC segera diselesaikan. Saat ini, Indonesia memiliki rata-rata 384 kasus per 100.000 penduduk. Sebagai contoh nyata, di Kabupaten Pati saja tercatat sebanyak 2.658 kasus TB ditemukan sepanjang tahun lalu.

"Sebagai langkah protektif, pemerintah melaksanakan screening kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan foto rontgen bagi keluarga pasien guna memutus rantai penularan," tambahnya.

Target Penanganan TBC:
  • Menjangkau 120 titik lokasi cek kesehatan gratis di Kabupaten Pati sebelum akhir 2026.
  • Melakukan pendataan ulang secara cepat terhadap pasien lama dan baru.
  • Pemeriksaan foto rontgen bagi kontak erat pasien untuk memutus transmisi.

Langkah Cepat Pemerintah Daerah

Merespons instruksi pusat, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Pati untuk melakukan pendataan ulang secara masif. Pihaknya menargetkan proses verifikasi data ribuan pasien TB dapat selesai dalam waktu singkat.

"Kami akan mendata ulang dan menyelesaikan pengecekan terhadap 2.658 pasien tahun lalu, termasuk tambahan pasien baru tahun ini, dalam waktu 10 hari kalender," tegas Risma Ardhi Chandra.

Pemerintah berharap melalui program Cek Kesehatan Gratis ini, masyarakat yang belum terinfeksi dapat melakukan pencegahan dini, sementara mereka yang sudah sakit dapat segera mendapatkan pengobatan intensif hingga sembuh total. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya