Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Pantai Bo’a di Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur, kini menjadi pusat perhatian berkat hadirnya inisiatif terpadu yang menggabungkan investasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Soft opening Nihi Rote, peluncuran Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli, serta berdirinya Rote Hospitality Academy menandai babak baru pembangunan berkelanjutan di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.
Di balik berdirinya resor mewah ini, terdapat kisah panjang yang berangkat dari visi besar. Founder sekaligus Presiden Komisaris PT Bo’a Development, Panji Adhikumoro Soeharto, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada kawasan tersebut sudah muncul sejak belasan tahun lalu.
“Sejak pertama kali kami melihat tanah ini 15 tahun lalu, kami tahu bahwa kami telah menemukan sesuatu yang benar-benar istimewa,” ujar Panji Adhikumoro Soeharto dalam keterangannya, Selasa (21/4).
Ia juga mengenang momen ketika pada 2011 dirinya bersama tim menjelajahi Pulau Rote hingga tiba di Pantai Bo’a yang kala itu masih alami dan belum tersentuh pembangunan.
Dari pengalaman tersebut, lahirlah gagasan untuk menghadirkan destinasi kelas dunia tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sejak proses pembangunan dimulai pada 2012, kawasan yang dulunya kering kini berubah menjadi area hijau berkat penanaman lebih dari 1,6 juta tanaman serta pengembangan nursery yang kini termasuk terbesar di NTT.
Tidak hanya fokus pada pariwisata, Nihi Rote juga berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui Rote Hospitality Academy, generasi muda memperoleh kesempatan pendidikan dan pelatihan kerja tanpa biaya.
Program ini tidak hanya membekali keterampilan di bidang perhotelan, tetapi juga melahirkan tenaga profesional di berbagai sektor yang siap berkontribusi bagi daerahnya.
“Kami berkomitmen kuat untuk melestarikan keaslian budaya lokal dan memberdayakan generasi muda melalui pelatihan kerja gratis,” kata Panji.
“Resor ini adalah rumah, bukan hanya untuk tamu, tetapi juga untuk masa depan yang lebih baik bagi komunitas, flora dan fauna di pulau ini.”
Upaya tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli yang menaungi berbagai program sosial, mulai dari pendidikan hingga konservasi lingkungan, termasuk perlindungan spesies langka seperti kura-kura leher ular.
Inisiatif ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang turut hadir dan menandatangani prasasti soft opening.
“Sungguh sebuah kebanggaan saya bisa hadir di sini, menyaksikan sebuah resort yang luar biasa indah ini. Saya mengapresiasi dengan adanya hospitality academy ini. Semoga bisa menghasilkan dan meluluskan putra-putri daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga Pulau Rote semakin dikenal di dunia internasional,” ucap Titiek Soeharto.
Sejumlah tokoh turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus dan Rajiv, serta para pendiri Nihi Rote lainnya.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, kehadiran Nihi Rote dan Rote Hospitality Academy mencerminkan pendekatan pembangunan yang berfokus pada keberlanjutan dan kesejahteraan manusia. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka peluang baru, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, serta membawa masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Rote dan sekitarnya. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved