110 Anak di Garut Positif Campak dan Imunisasi Massal Digelar

Kristiadi
21/4/2026 13:49
110 Anak di Garut Positif Campak dan Imunisasi Massal Digelar
Tenaga medis menyiapkan vaksin campak (Measles Rubella) sebelum disuntikkan kepada balita di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/4/2026).(Antara/Arnas Padda)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut menemukan 110 anak yang dinyatakan positif campak berdasarkan hasil uji laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat. Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah segera menggelar imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ini terjadi secara signifikan dalam periode Januari hingga April 2026. Sejumlah wilayah yang mencatatkan lonjakan kasus antara lain Desa Karyasari (Kecamatan Garut Kota), Desa Sukamulya (Kecamatan Pakenjeng), Desa Cibiuk Kaler (Kecamatan Cibiuk), dan Desa Leuwigoong (Kecamatan Leuwigoong).

Respons Cepat melalui Imunisasi ORI

Untuk memutus rantai penyebaran, Dinkes Garut melibatkan 67 puskesmas di seluruh wilayah kabupaten guna melaksanakan imunisasi ORI secara masif. Target sasaran imunisasi ini mencapai 168.167 anak yang mencakup kategori usia 9 bulan, 18 bulan, hingga anak kelas 1 SD sederajat.

"Hingga saat ini, cakupan imunisasi campak baru mencapai 133.262 anak atau sekitar 79,28 persen. Pelaksanaan imunisasi masih terus berjalan setiap hari dengan bantuan pemerintah desa dan kecamatan agar anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang kuat," ujar Asep Surahman, Selasa (21/4/2026).

Data Terkini:
  • Total Kasus Positif: 110 Anak (Hasil Labkesda Jabar).
  • Status: Kejadian Luar Biasa (KLB).
  • Target Imunisasi: 168.167 Anak.
  • Capaian Saat Ini: 133.262 Anak (79,28%).
  • Fasilitas Kesehatan: 67 Puskesmas dikerahkan.

Penyebab dan Penanganan Pasien

Asep menjelaskan bahwa salah satu faktor utama mencuatnya kasus campak yaitu masih banyak orangtua yang belum memberikan vaksin campak kepada anak-anak mereka. Meski terjadi lonjakan kasus yang signifikan, Dinkes memastikan hingga saat ini tidak ada laporan angka kematian akibat wabah tersebut.

Bagi anak-anak yang teridentifikasi memiliki gejala berat, pihak puskesmas langsung melakukan penanganan medis di ruang isolasi rumah sakit untuk mencegah penularan lebih luas. Saat ini, Dinkes Garut juga masih menunggu hasil pemeriksaan beberapa sampel tambahan yang telah dikirim ke Laboratorium Labkesda Provinsi Jabar.

"Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi generasi muda dari risiko penyakit menular yang berbahaya," pungkas Asep.

Pemerintah mengimbau para orangtua di Kabupaten Garut untuk segera membawa anak-anak mereka ke puskesmas atau pos layanan kesehatan terdekat guna mendapatkan imunisasi campak dalam program ORI yang tengah berlangsung. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya